Luar Biasa, Bocah 7 Tahun Urus Ibunya yang Sakit Menahun

Toiskandar · Kamis, 24 Juni 2021 - 09:50:00 WIB
Luar Biasa, Bocah 7 Tahun Urus Ibunya yang Sakit Menahun
Tim dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia menyambangi bocah tujuh tahun yang mengurus ibunya yang sakit bertahun-tahun. (Foto: iNewsTv/Toiskandar)

INDRAMAYU, iNews.id - Luar biasa, itu kata yang pantas untuk bocah di Desa/Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Di usianya yang masih tujuh tahun, Sinta Murni harus memikul beban berat dengan mengurus ibunya yang sakit menahun sendirian.

Di rumah mungil berukuran 4X4 meter, Sinta mengurus ibunya dengan telaten, dari mulai memandikan hingga menyuapi makanan. Dari semua yang dilakukannya, tampak rasa kasih sayang menjadi modal besar baginya untuk melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya. Sudah tiga tahun Sinta mengurus ibunya yang sedang sakit itu.

Air mata menjadi pelampiasan saat melihat ibunya dengan kondisi seperti itu. Namun bocah perempuan ini tetap tegar dan penuh cinta, melayani sang ibu.

Dia pun tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Kehidupanya pun kian miris, terkadang Sinta terpaksa harus pergi meninggalkan ibunya sendiri di rumah lantaran harus mencari makan. Sinta mengaku selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk apapun. 

Dia hanya bisa mengelus dada ketika seharian tidak makan. Beberapa tetangganya pun kerap membantu untuk sekadar makan sehari-hari. 

"Saya mau sekolah, cita-cita nanti ingin jadi dokter biar bisa ngurus orang sakit," kata Sinta, polos, Kamis (24/6/2021).

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Kordinator Indramayu, Adi Wijaya, menjelaskan, Sinta bocah yang baru berusia tujuh tahun ini terpakas mengurus ibunya yang sedang mengalami gangguan jiwa, sedangkan ayahnya pergi entah kemana.

"Kita bantu agar anak ini bisa kembali melanjutkan sekolah. Kita koordinasikan dengan desa untuk melenghkapi administrasi, setelah itu kita urus," ujar Adi.

Sementara itu, Sinta selama ini tinggal berdua dengan ibunya di sebuah gubuk yang jauh dari kata layak. Dinding dari bilik dan tidur hanya berlasakan tikar dan kasur tipis. Mereka berharap kondisi seperti itu bisa cepat berubah menjadi lebih baik.

Editor : Asep Supiandi