Lonjakan Covid-19, Puskesmas di Cimahi Hanya Layani Pasien Kondisi Darurat

Adi Haryanto · Rabu, 23 Juni 2021 - 19:36:00 WIB
Lonjakan Covid-19, Puskesmas di Cimahi Hanya Layani Pasien Kondisi Darurat
Puskesmas Citeureup, Cimahi, saat ini tidak melayani pasien rawat jalan terkecuali pasien dengan kondisi darurat sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19, Rabu (23/6/2021). (Foto: MPI/Adi Haryanto)

CIMAHI, iNews.id - Pelayanan Puskesmas di seluruh wilayah Kota Cimahi tidak melayani pasien rawat jalan terkecuali pasien dengan kondisi darurat hingga dua minggu ke depan. Hal tersebut sebagai antisipasi melonjaknya pasien Covid-19 yang berobat ke puskesmas.

"Pembatasan pelayanan dilakukan sehubungan dengan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 dan banyaknya kasus isolasi mandiri yang harus dipantau petugas," kata Kepala Puskesmas Citeureup, Cimahi, Juara Pardamean, Rabu (23/6/2021).

Kondisi tersebut juga dikarenakan keterbatasan personel dan mempertimbangkan keselamatan pasien dan petugas kesehatan. Sehingga untuk sementara pelayanan pengobatan untuk umum, termasuk pelayanan gigi di puskesmas ini ditutup.

Pelayanan hanya dibuka untuk pasien dengan kondisi gawat darurat, seperti demam dengan suhu badan diatas 38 derajat celcius, sesak atau asma, luka robek atau cidera, muntah/diare lebih dari 4x24 jam, pingsan/penurunan kesadaran, serta kejang-kejang. 

Lebih lanjut dikatakannya, petugas Puskesmas Citeureup dan keluarganya juga ada yang positif terpapar Covid-19. Yakni ada empat petugas, masing-masing seorang petugas gizi, dua bidan dan satu dokter gigi. 

"Keluarga mereka juga ada yang positif jadi harus isolasi mandiri," ujarnya.

Dirinya menganjurkan kepada ibu hamil dan pasien gigi untuk berobat pada klinik ibu hamil dan klinik gigi umum. Sementara pasien umum dapat berobat ke dokter atau poliklinik umum. Sedangkan untuk pelayanan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas masih berjalan, termasuk rapid test antigen dan tracing kontak erat.

"Berdasarkan data di Kelurahan Citeureup, warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di sini ada 138," sebutnya. 

Editor : Asep Supiandi