Lonjakan Kasus Covid-19 Muncul lagi di KBB, 27 Warga di Gununghalu Reaktif

Adi Haryanto · Kamis, 10 Juni 2021 - 20:20:00 WIB
Lonjakan Kasus Covid-19 Muncul lagi di KBB, 27 Warga di Gununghalu Reaktif
Enam daerah di Sumsel mencatat kasus Covid-19 lebih dari seribu. (Foto: Ilustrasi/Ist)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Temuan kasus positif Covid-19 terus bermunculan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kali ini terjadi di Desa Tamanjaya, Kecamatan Gununghalu, di mana berdasarkan rapid test antigen puluhan warganya dinyatakan reaktif Covid-19.

Berdasarkan informasi yang diterima, kemunculan kasus reaktif Covid-19 itu terjadi setelah 42 warga desa tersebut menjalani rapit test antigen di Puskesmas Gununghalu pada Rabu (9/6/2021). Hasilnya ternyata ada 27 warga yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes tersebut. 

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes), KBB, M.Jauhari membenarkan informasi tentang adanya warga satu RW di Desa Tamanjaya yang reaktif Covid-19. Rapid test antigen dilakukan karena awalnya ada 16 warga yang bergejala Covid-19.

"Awalnya ada tokoh RW 10 Desa Tamanjaya yang melaporkan sebanyak 16 warga bergejala Covid-19. Lalu warga yang kontak erat sebanyak 42 orang di rapid test antigen, hasilnya ada 27 warga reaktif," ujarnya berdasarkan laporan yang masuk, Kamis (10/6/2021).

Atas temuan itu, kata dia, pihak Puskesmas telah berkoordinasi dengan kecamatan dan desa. Kemudian guna menghindari penyebaran yang lebih banyak lagi, pihak kecamatan dan desa akhirnya melakukan isolasi wilayah di RW tersebut. 

"Guna memastikan kondisinya, rencana akan dilakukan rapid test antigen ulang pada Rabu (16/6/2021) dengan sasaran 27 warga yang reaktif beserta kontak erat," tuturnya. 

Disinggung soal dari mana warga tersebut terpapar, dirinya belum dapat memastikan. Hanya dugaan sementara, di daerah itu mulanya ada seorang warga meninggal tapi bukan karena Covid-19. Lalu ada kerabat yang melayat dari Jakarta. Namun belum bisa dipastikan apakah sumber penyebarannya dari pelayat tersebut atau bukan. 

"Kalau gejala yang dialami warga yang reaktif tersebut masih kategori ringan yakni batuk filek, namun ada juga yang tidak bergejala. Jadi tidak ada seorang pun yang dirujuk," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi