Lamaran Lesti Kejora-Rizki Billar Digelar saat KBB Zona Merah, Satpol PP Sempat Khawatir

Adi Haryanto · Senin, 14 Juni 2021 - 17:26:00 WIB
Lamaran Lesti Kejora-Rizki Billar Digelar saat KBB Zona Merah, Satpol PP Sempat Khawatir
Acara lamaran Lesti Kejora dan artis Rizki Billar di Gedong Putih sempat menimbulkan kekhawatiran lantaran KBB berstatus zona merah Covid-19. (Foto: Dok)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Acara lamaran pedangdut Lesti Kejora dan artis Rizki Billar telah digelar di Gedong Putih, Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (13/6/2021). Namun kegiatan lamaran tersebut sempat membuat khawatir tim Satgas Covid-19 lantaran KBB berstatus zona merah Covid-19.

"Ya kita memang sempat khawatir juga karena dilakukan saat KBB sedang zona merah Covid-19, takutnya jadi klaster penyebaran baru," kata Kepala Satpol PP KBB, Asep Sehabudin, Senin (14/6/2021).

Asep mengatakan, proses lamaran juga berlangsung lama yaitu dari siang hingga malam. Padahal idealnya acara lamaran di tengah pandemi Covid-19, seharusnya cukup hingga sebelum Maghrib sudah selesai. Tapi ini hingga pukul 21.00 WIB dikarenakan banyaknya prosesi acara yang digelar. 

Meski begitu, pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena acara dinilai tidak melanggar protokol kesehatan. Terlebih selama acara berlangsung, pihak penyelenggara tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menjalankan swab antigen ke tamu yang hadir. 

"Prokes tetap dijalankan oleh pihak panitia, setiap tamu undangan yang akan masuk ke gedung lamaran harus menjalani swab antigen serta jumlah tamu di gedung dibatasi sesuai instruksi dari Satgas Covid-19 KBB," tuturnya. 

Dia menjelaskan, meski acara pokoknya lamaran tapi ada beberapa hiburan yang ditampilkan sehingga acara berlangsung cukup lama. Tamu yang diizinkan datang sesuai kesepakatan antara 250-300 orang, sedangkan kapasitas gedung tersebut bisa menampung 3.000 orang. 

"Semua sesuai kesepakatan tim Satgas Covid-19, jadi tidak ada prokes yang dilanggar," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi