Kisruh SBM ITB, Orang Tua Mahasiswa Beri waktu 5 Hari Sebelum Tempuh Jalur Hukum

Arif Budianto ยท Kamis, 10 Maret 2022 - 19:52:00 WIB
Kisruh SBM ITB, Orang Tua Mahasiswa Beri waktu 5 Hari Sebelum Tempuh Jalur Hukum
Spanduk SBM ITB tak lagi menerima mahasiswa baru terpasang di Jalan Tamansari, Kota Bandung. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNews.id - Forum Mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta agar Majelis Wali Amanat (MWA) ITB menyelesaikan kemelut pengelolaan SBM ITB. Mereka memberi waktu lima hari sebelum kasus tersebut dibawa ke ranah hukum. 

Perwakilan Forum Orang Tua Siswa SBM ITB Ali Nurdin mengatakan, orang tua mahasiswa SBM ITB, gelisah dengan situasi yang terjadi di SBM ITB saat ini. Kebijakan Rektor ITB yang mencabut otonomi pengelolaan Pendidikan di SBM ITB tanpa melibatkan pihak SBM ITB dan MWA ITB, telah mengakibatkan gangguan terhadap layanan Pendidikan di SBM ITB. Akibatnya merugikan mahasiswa SBM ITB karena proses kegiatan perkuliahan menjadi terhenti. 

"Kami sangat mengkhawatirkan masa depan pendidikan anak kami yang tidak mendapatkan kualitas pendidikan seperti janji-janji dan program yang diberikan saat pendaftaran," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (10/3/2022). 

Sebelumnya, kata dia, telah dilangsungkan pertemuan antara orang tua mahasiswa SBM ITB dengan MWA ITB pada tanggal 22 Desember 2021 untuk membahas masa depan pendidikan mahasiswa SBM ITB. Dalam pertemuan tersebut, MWA ITB menjamin bahwa kualitas dan layanan pendidikan di SBM ITB tidak akan berubah akibat dari pencabutan otonomi pengelolaan pendidikan di SBM ITB. 

MWA ITB juga menyatakan telah meminta kepada Rektor ITB untuk segera menyelesaikan kemelut di SBM ITB. Atas anjuran dari MWA ITB pada pertemuan tersebut juga, forum orang tua mahasiswa mengirim surat permohonan audiensi ke Rektor ITB guna mendapatkan penyelesaian atas permasalahan yang sedang terjadi. Tetapi, permintaan MWA ITB dan permohonan orang tua tidak digubris oleh Rektor ITB.

"Kami kecewa dengan sikap Rektor ITB yang tidak aspiratif terhadap orang tua mahasiswa serta stakeholders lainnya. Kami menilai kebijakan Rektor ITB mencabut otonomi pengelolaan pendidikan di SBM ITB tidak memenuhi Statuta ITB mengenai prinsip penyelenggaraan pendidikan tinggi yaitu transparansi, partisipatif, akuntabel, nirlaba, efisien dan efektif. Oleh karena itu, sesuai dengan Statuta ITB yang menugaskan MWA untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di ITB," kata dia. 

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: