get app
inews
Aa Text
Read Next : 5 Fakta Pengemis Pura-pura Cacat di Purwakarta, Nomor 4 Bikin Tepok Jidat

Kisah Pilu Pengemis Pura-pura Cacat, dari Sering Mabuk hingga Dapat Suami Sejati

Kamis, 09 September 2021 - 14:24:00 WIB
Kisah Pilu Pengemis Pura-pura Cacat, dari Sering Mabuk hingga Dapat Suami Sejati
Pengemis yang pura-pura cacat menceritakan pengalaman pahitnya menjadi pemulung rongsokan. (Foto: Istimewa)

PURWAKARTA, iNews.id - Perilaku Nur memang kurang terpuji, yakni mengemis dengan pura-pura cacat tangan. Tapi di balik perilaku Nur seperti itu ternyata menyimpan kisah hidup memilukan sekaligus menakjubkan yang membuat siapa pun akan terharu.

Sebelumnya, Nur, warga Gang Beringin, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, secara tak sengaja tepergok oleh Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi sedang mengemis. Kala itu Nur mengemis dengan berpura-pura cacat fisik hingga akhirnya aksi tersebut terbongkar. Sampai akhirnya Dedi mendatangi Nur di rumah kontrakannya untuk memastikan keadaan yang sebenarnya.          

Ketika itu, Dedi sempat terbelalak dengan keadaan pengemis berpura-pura cacat ini di rumahnya. Nur dan suaminya Agus ternyata memiliki dua sepeda motor dan salah satunya masih baru. Dengan kondisi seperti itu membuat Dedi semakin penasaran untuk mengorek lebih dalam mengenai perjalanan hidup pasangan suami istri (pasutri) tersebut dari awal hingga sampai di Purwakarta dengan profesi sebagai pemulung rongsokan.

Dari obrolan ringan antara Dedi Mulyadi dengan pasutri ini terungkap bahwa latar belakang Nur memiliki dunia kelam, terutama saat masih bersama suami pertamanya. Ketika itu Nur yang merupakan warga Cimahi sering mabuk minuman keras bersama suami pertamanya. Bahkan keduanya selalu membeli minuman keras dengan uang hasil mengumpulkan rongsokan.

"Saya dulu sering mabuk-mabukan pak," ujar Nur saat ditanya Dedi soal kehidupannya dulu. 


Setelah sekian lama berumah tangga, Nur pun akhirnya bercerai. Selama menjadi janda tetap tidak meninggalkan profesinya sebagai pemulung di jalanan Kota Cimahi. Sampai akhirnya bertemu dengan Agus, suaminya yang sekarang. Kebetulan Agus pun sudah berstatus sebagai duda. Begitu keduanya bertemu di jalanan, akhirnya mereka memutuskan untuk menikah dengan bantuan Dinas Sosial di kantor KUA setempat.

"Kami takut kalau kumpul kebo, menurut agama juga nggak boleh. Akhirnya saya ajak dia (Nur) untuk ke KUA untuk menikah. Sejak saat itu, kami memulai hidup bersama," kata Agus menimpali istrinya yang ditanya Dedi.

Rupanya, rasa sayang Agus terhadap istrinya bukan alang kepalang meski harus hidup serba kesusahan. Dia akan selalu menyiapkan makanan untuk istrinya. Selain itu Agus juga akan membela mati-matian jika Nur mengalami kesusahan. Termasuk di saat Dedi mendatangi rumahnya, Agus lah yang membela istrinya dengan terus-menerus meminta maaf.

"Iya pa, yang mengubah saya tidak lagi mabuk-mabukan ya suami saya ini," kata Nur, menimpali.


Mendengar cerita singkat dari mereka, Dedi pun cukup takjub dengan sikap Agus yang benar-benar menjadi suami sejati. Dari seluruh rangkaian cerita yang disampaikan tampak jelas bahwa suaminya memiliki peranan cukup penting dalam mengubah perilaku istrinya. Begitu pula dengan aksi Nur yang pura-pura menjadi pengemis, Agus seringkali mengingatkan istrinya. 

"Pak Agus ini baik lho, susah cari suami seperti ini. Pak Agus sangat sayang dan cinta kepada ibu," kata Dedi kepada Nur.

Pada kesempatan itu pun Agus menceritakan soal sepeda motor barunya yang ada di rumahnya. Dia mengaku bahwa motor itu di dapat dengan tidak mudah. Dia harus banting tulang kerja siang malam mencari rongsokan hanya sekadar menyiapkan uang muka Rp2 juta. Begitu pula cicilan Rp700.000, bukanlah perkara mudah agar bisa membayar tepat waktu dan tepat jumlah.


"Saya harus bekerja lebih keras dengan mencari rongsokan sampai Subuh. Jika tidak, motor bisa diambil leasing Pak. Kalau saya punya uang tentunya akan dibeli kontan,"ujar Agus sambil meneteskan air mata.

Perbincangan mereka di dalam mobil itu pun diunggah melalui akun Kang Dedi Mulyadi Channel di YouTube. Beragam komentar netizen pun membanjir tayangan tersebut.    


 

Editor: Asep Supiandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut