Kisah Korban Terjebak Pinjol Ilegal, Berawal Tak Sengaja Klik Laman Pinjaman hingga Diteror

Antara ยท Sabtu, 16 Oktober 2021 - 04:50:00 WIB
Kisah Korban Terjebak Pinjol Ilegal, Berawal Tak Sengaja Klik Laman Pinjaman hingga Diteror
Ilustrasi, mural pinjaman online (pinjol). (Foto: Dok. Sindo Media).

BANDUNG, iNews.id - Pengalaman dijebak dan diteror oleh jasa pinjaman online (pinjol) ilegal dirasakan warga Kabupaten Bandung, Eka Kharisma. Kejadian teror pinjol ilegal dialami pada akhir tahun lalu.

Eka mengaku dijebak karena menerima pesan singkat yang menawarkan dana pinjaman dari Dana Ku. Dalam pesan singkat tersebut, kata dia disertakan tautan. Dia menuturkan, saat akan menggeser layar telepon pintarnya, tautan tersebut tidak sengaja diklik dan menyambungkan pada laman pinjaman.

Saat itu dia tidak berpikir apa-apa karena tidak sengaja diklik. Namun jelang beberapa hari kemudian, dia mendapatkan pesan masuk melalui aplikasi Whatsapp (WA) yang berisi informasi tagihan cicilan pembayaran pinjaman online beserta denda karena melewati batas akhir pembayaran.

Menurutnya, pinjol Dana Ku berdalih, mereka telah mentransfer Rp800.000 ke rekening pribadinya. Dia kemudian kaget karena tidak pernah mengajukan pinjaman online.

Saat itu, lanjut dia pinjol Dana Ku meminta untuk membayarkan tagihan Rp2,5 juta. Jumlah tersebut terdiri dari pinjaman Rp800.000 dan denda keterlambatan pembayaran Rp1,7 juta.

Awalnya karena tidak pernah mengajukan pinjaman, dia mengabaikan pesan masuk tersebut dari pinjol ilegal. Namun, pinjol itu malah meneror rekan, keluarga hingga tetangganya melalui WA.

Dalam pesan tersebut menuduh dia sebagai pencuri dan pesan-pesan lain yang berisi tuduhan negatif. Teror tersebut membuatnya stres dan malu. Bahkan dia sempat cekcok dengan istri karena teror dari pinjol ilegal tersebut.

Dia sempat mengganti nomor telepon karena tidak tahan dengan teror pinjol. Selain itu dia juga melaporkan ke Polsek Soreang. Sebelumnya dia juga melaporkan teror pinjol tersebut ke OJK Jawa Barat.

Dari pengalaman buruk ini, dia mengingatkan agar warga lainnya berhati-hati serta mengabaikan saat menerima pesan singkat berisi tawaran pinjaman uang yang disertai tautan.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: