Kisah Horor Sopir Taksi Online di Kuningan Dibayar Daun hingga Nyaris Masuk Jurang

Wisnu Yusep ยท Selasa, 23 Februari 2021 - 15:18:00 WIB
Kisah Horor Sopir Taksi Online di Kuningan Dibayar Daun hingga Nyaris Masuk Jurang
Ilustrasi sopir taksi online mengantar penumpang dengan protokol kesehatan ketat. (Foto: Antara)

KUNINGAN, iNews.idCerita horor dialami Yayat, sopir taksi online di wilayah Kuningan, Jawa Barat. Selain dibayar daun, mobil yang ditumpangi Yayat juga nyaris masuk  jurang saat menjemput orderan di wilayah Ciperna, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Peristiwa horor itu terjadi usai Yayat mengantar penumpang perepuan di Jalaksana, Cirebon.

"Itu posisinya belum selesai order dari Jalaksana ke Batik Residence, nah sudah ngedrop (antar penumpang), tadinya mau ambil orderan itu," ungkap Yayat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (23/2/2021).

Yayat mengaku mengantar penumpang dari Jalaksana ke Batik Residence Ciperna, ketika itu sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum sampai ke tempat tujuan, kata dia, orderan kedua masuk.

"Pas selesai sampai tujuan, saya terima orderan ke dua tuh, nah saya buka google map dulu, posisi kalau balik dari Batik Residence ke Jalan Raya sekitar 4 kilometer ke titik jemput orderan ke dua," kata Yayat.

Dia mengaku, tak curiga dengan pesanan itu, karena berdasarkan jalan yang ditempuh sesuai dengan rute yang tertera di google map tidak ada yang janggal.

"Tetapi semakin dekat ke titik jemput, gak taunya sekitar 300 meter ke titik jemput ternyata jalanya mengecil, pas di jembatan itu keliatan jalannya cuma untuk motor, disitu kaget, lah dari jalan gede jadi nyiut," ungkap Yayat.

Karena merasa tak memungkinan, Yayat pun lantas berencana memutar balik dari jalan tersebut dengan cara kendaraan roda empat yang dibawanya mundur.

Untuk memastikan kendaraannya, Yayat pun akhirnya memilih untuk turun dari mobil dengan maksud sekaligus mengganjal roda belakang bagian belakang yang terperosok.

"Akhirnya coba turun, tak lihat ban udah di ke bawah, dari situ saya nyari batu dengan tujuan mau mengganjal supaya gak muter, baru selesai naro batu untuk ganjal roda belakang kanan, lari ke depan mau liat posisi mobil, begitu liat arah mobil kok mobil di bawah," kata Yayat.

Dia mengaku tidak begitu "ngeh", ketika itu mobilnya direm tangan atau tidak. Pasalnya, kata dia, mobil yang dibawanya itu berhenti di tempat datar.

"Tapi menurut logika itu jalan rata, gak mungkin mobil tiba-tiba jalan sendiri, gak terasa kalau mobil itu mundur sendiri soalnya jarak dari posisi saya ke mobil cuma 2 meter, kalau mobil gerak itu kelihatan," kata Yayat. 

Yayat merasa peristiwa yang dialaminya itu janggal. Terutama ketika dirinya dievakuasi oleh rekan-rekan sopir taksi online yang telah dihubungi sebelumnya.

"Gak tau ini kayanya ada sesuatu yang di luar nalar, karena sebelumnya waktu temen-temen berusaha evakuasi banyak hal-hal janggal, yang dialamin," beber Yayat.

Karena takut terjadi suatu hal, Yayat bersama rekan-rekan sopir taksi online memilih untuk bertahan di rumah, yang dijadikan untuk istrahat setelah mengevakuasi dirinya.

"Sampai pagi kita stay di situ, subuh baru sadar dan ternyata, setelah hari kejadian itu, istri dari temen yang bantu evakuasi seharian itu kerasa terus, sebentar sadar sebentar kerasa lagi, gak tahu kayanya ada hal-hal yang tak kasat mata," ungkap dia.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2