get app
inews
Aa Text
Read Next : Geger! Ribuan Ikan di Danau Grati Pasuruan Mati Mendadak, Ini Penyebabnya

300 Ikan Dewa di Balong Cigugur Kuningan Mati Massal, Ini Penyebabnya

Kamis, 05 Februari 2026 - 20:14:00 WIB
300 Ikan Dewa di Balong Cigugur Kuningan Mati Massal, Ini Penyebabnya
Ratusan ekor ikan Dewa di Balongan Cigugur, Kabupaten Kuningan, mati mendadak diduga serangan parasit. (Foto: iNews)

KUNINGAN, iNews.id – Kematian massal melanda ikan Dewa di Balong Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hingga Kamis (5/2/2026) petang, jumlah ikan yang mati dilaporkan terus bertambah hingga menembus angka lebih dari 300 ekor.

Ikan Dewa (Tor douronensis) yang dikenal memiliki nilai sejarah panjang dan mitos kuat sejak zaman kerajaan ini ditemukan mati secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.

Setelah dilakukan observasi mendalam oleh dinas terkait, misteri kematian massal ikan yang disakralkan warga ini akhirnya terungkap. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa ikan-ikan tersebut tumbang akibat serangan parasit yang berkembang biak dengan cepat di tubuh ikan.

Dari total populasi sekitar seribu ekor di Balong Cigugur, hampir sepertiganya kini telah habis. Sesuai dengan adat dan kepercayaan setempat, bangkai ikan dewa ini tidak boleh dikonsumsi dan langsung dikuburkan secara layak di lokasi yang tak jauh dari balong.

Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perikanan dan Peternakan terus berjibaku menyelamatkan sisa populasi yang ada. Berbagai langkah medis mulai dari pemberian obat herbal hingga pemisahan ikan yang menunjukkan gejala lemas ke kolam isolasi telah dilakukan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kuningan, Asep Taufik menjelaskan, jajarannya tengah berupaya maksimal untuk memutus rantai penyebaran parasit tersebut.

"Kami berupaya melakukan pengobatan dan evakuasi ikan yang sakit agar tidak menular ke populasi yang masih sehat," ujarnya.

Kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam jumlah sebanyak ini mengundang keprihatinan mendalam, termasuk dari Wakil 
Bupati Kuningan, Tuti Andriani.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut