Kisah Bocah Perempuan di Subang Terpaksa Berhenti Sekolah demi Hidupi Nenek
Kini Anih bersyukur karena mendapatkan bantuan modal usaha cukup besar. Modal itu digunakan untuk membuat warung dan belanja barang dagangan. Sisanya dia belikan emas sebagai pegangan. “Sekarang sehari dapat Rp100.000-Rp150.000. Uang itu dipakai belanja lagi. Sisanya ditabung masukin ke celengan,” ujar Anih.
Anih memiliki keinginan bertemu dengan bapaknya Ujang Rofandi yang tinggal di Citeko, Plered, Purwakarta. “Pingin ketemu,” tutur dia.
“Nanti kita cari bapaknya, nanti saya telepon Pak Kades Citeko untuk tolong carikan, nanti kalau sudah ketemu kita ke sana,” kata Kang Dedi.
Encum, ibu kandung Anih, mengatakan, sejak menikah, ikut dengan suami baru di Bekasi. Sedangkan Anih tinggal berdua dengan neneknya. Anih sejak dulu dikenal baik.
Bahkan tak pernah menyusahkan orang tua karena sudah belajar hidup prihatin sejak kecil. “Anaknya (Anih) memang tidak pernah menyusahkan, kalau diberi uang juga suka dikumpulin,” kata Encum berlinang air mata.
Editor: Agus Warsudi