Kini Bandung Punya Forest Walk Terpanjang se-Asia Tenggara
BANDUNG, iNews.id - Kota Bandung kembali memiliki destinasi wisata gratis di awal 2018. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil baru saja meresmikan kawasan hutan kota, forest walk, yang berada di kawasan Babakan Siliwangi, Kota Bandung.
Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, tempat itu merupakan destinasi wisata baru untuk berjalan-jalan di tengah hutan kota nan asri. Forest walk memiliki 2,2 kilometer (km), dengan ketinggian 3-4 meter dari permukaan tanah. Fasilitas ini sengaja dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memudahkan warga dalam menikmati suasana hutan secara dekat, tanpa harus bersusah payah menembus lebatnya hutan
Emil mengklaim, Forest walk yang dibuat di lembah hutan kota di kawasan Babakan Siliwangi ini merupakan yang terpanjang di kawasan Asia Tenggara. Kawasan tersebut, katanya, merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkot Bandung dalam menciptakan ruang terbuka yang nyaman bagi warga kota. Sebab, kata dia, dulu tempat itu akan dibangun menjadi apartemen, namun rencana tersebut tidak terwujuda lantaran mendapat penolakan dari warga.
"Ini adalah komitmen. Dulu saya pernah jadi warga yang protes karena ada rencana hutan kota ini jadi apartemen. Kami demo ke pemkot yang dulu. Pas saya jadi wali kota saya berhentikan," kata Emil usai meresmikan forest walk, Rabu (17/1/2018).
Dia mengungkapkan, saat dirinya menjadi wali kota dibuatlah konsep penataan hutan kota yang bisa menjadi lokasi wisata. Nantinya, kata dia, di hutan kota ada juga ada kegiatan sosial. “Warga ingin menikmati, tapi susah. Makanya dibuat konsep forest walk. Sekarang warga dapat berjalan kaki sejauh 2 km. Menikmati alam segar tanpa harus aprak-aprakan (blusukan, jalan-jalan tanpa arah). Tanpa harus merusak pohon," ungkap dia.
Dia menambahkan nantinya forest walk akan tembus ke kawasan Teras Cikapundung. Namun, rencana pembangunan itu akan dilanjutkan oleh kepemimpinan wali kota baru. Sebab, ke depan akan ada fasilitas seperti lampu untuk penerangan serta wifi agar para mahasiswa bisa mengerjakan tugas di kawasan ini.
Editor: Muhammad Saiful Hadi