Keterlaluan, BLT UMKM di Kabupaten Bandung Kena Pungli 25-50 Persen

Agung Bakti Sarasa · Senin, 15 Februari 2021 - 23:10:00 WIB
Keterlaluan, BLT UMKM di Kabupaten Bandung Kena Pungli 25-50 Persen
Ilustrasi pungutan liar (pungli). (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung menjadi korban pungutan liar (pungli). Bantuan langsung tunai (BLT) yang seharusnya mereka terima Rp2,4 juta disunat oknum tak bertanggung jawab sebesar 25-50 persen atau Rp600.000-Rp1,2 juta.

Padahal BLT UMKM itu dikucurkan pemerintah dengan tujuan untuk membantu menyelamatkan usaha para pelaku dari terjangan badai pandemi. Kasus pungli ini akhirnya dibongkar oleh Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pungli Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, penyidik saat ini sedang menangani perkara dugaan pungli yang terjadi di tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung itu. 

Berdasarkan hasil penyelidikan Saber Pungli Jabar, pungli BLT UMKM tersebut terjadi di Kecamatan Nagreg, Banjaran, Rancabali, Cikancung, Soreang, dan Cimaung.

Menurut Erdi, modus yang digunakan pelaku, yakni meminta bagian BLT UMKM yang nilai totalnya sekitar Rp2,4 juta. Para penerima bantuan diminta menyerahkan bantuan tersebut antara 20-50 persen dengan alasan untuk disetorkan kepada para petugas yang menyatakan bahwa harus ada setoran.

"(Potongan) Rp600.000 sampai Rp1,2 juta. Setelah dicek dan ditemukan oleh Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar, dana terkumpul sebanyak Rp804 juta," kata Kabid Humas Polda Jabar kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Dari dana hasil pungli itu, ujar Kombes Pol Erdi, Rp562 juta di antaranya disetorkan ke Koperasi Swarna dan sisanya atau Rp242 juta digunakan untuk operasional dan lain-lain.

"(Dugaan pungli) dilakukan oleh oknum yang merupakan korlap dari Jabar, ditemukan oleh satgas (Saber Pungli Jabar). Sudah dilakukan gelar dan dilimpahkan ke kami (Polda Jabar)," ujar Kombes Pol Erdi. 

Meski demikian, tutur Kabid Humas, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar belum menetapkan tersangka. Polda Jabar tengah fokus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tujuh orang yang masih berstatus sebagai saksi.

"Motif pelaku akan didalami Direktorat Krimsus. Belum ada tersangka. Ada beberapa yang diperiksa sebagai oknum yang diduga memungut setoran, masih saksi. Sekarang sedang didalami," katanya.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: