Kepala BNPB Soroti Limbah Industri dan Rumah Tangga Penyebab Banjir Karawang

Sindonews, Binti Mufarida · Senin, 22 Februari 2021 - 10:05:00 WIB
Kepala BNPB Soroti Limbah Industri dan Rumah Tangga Penyebab Banjir Karawang
Tim SAR gabungan mengevakuasi warga di Kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang. (Foto: Basarnas Bandung)

JAKARTA, iNews.id - Tiga pekan terakhir, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilanda banjir besar yang merendam ribuan rumah warga. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo menyoroti limbah industri menjadi faktor penyebab banjir tersebut.

Selain itu, limbah rumah tangga juga menjadi permasalahan penyebab banjir yang kembali merendam permukiman di Kabupaten Karawang sejak Sabtu, (20/2/2021) lalu.  

“Tidak sedikit sumber daya yang dapat dikelola di sini. Ada banyak industri dan perusahaan. Mereka harus diikutsertakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan ekosistem untuk mengelola limbah industri dan rumah tangga,” kata Doni dalam keterangannya saat meninjau wilayah terdampak, Senin (22/2/2021).

Sementara itu, dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang terakhir, 15 kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam. Terpantau tinggi permukaan air antara 10 hingga 250 cm.

Data BPBD setempat mencatat lima belas kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Batujaya, Cikampek, Tirtamulya, Ciampel, dan Pangkalan. Lalu, Kecamatan Rawamerta, Jatisari, Banyusari, Karawang Timur, Cimalaya Wetan, dan Pakis Jaya.

Akibat banjir besar tersebut, sebanyak 14.754 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan 3.393 KK mengungsi. BPBD mencatat kerugian material akibat banjir berupa 14.340 unit rumah terdampak, 51 unit rumah rusak berat, 157 unit rumah rusak sedang, 870 unit rumah rusak ringan, 40 unit fasilitas sosial-fasilitas umum, dan 217 hektare sawah terendam.

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, Doni menilai bahwa dalam upaya penanganan dan pengurangan risiko bencana banjir yang bersifat tahunan di Kabupaten Karawang tersebut dibutuhkan kerja sama berbagai pihak.

“Diperlukan kerja sama, koordinasi dan kegigihan untuk bisa melakukan berbagai upaya, sehingga risiko ini tidak berulang setiap tahun, ujar Doni.

Guna membantu percepatan penanganan banjir, BNPB memberikan bantuan secara simbolis Dana DSP Sebesar Rp500 Juta kepada Sekda Karawang. Selain itu bantuan lain yang diserahkan berupa masker 10.000 pcs, selimut 80 lembar, lampu emergency air garam 300 unit.

Editor : Agus Warsudi