Kecewa Pernyataan Nadiem Makarim, Guru Honorer: Pendidikan Harus Diurus Praktisi Pendidikan 

Arif Budianto · Selasa, 23 Februari 2021 - 13:29:00 WIB
Kecewa Pernyataan Nadiem Makarim, Guru Honorer: Pendidikan Harus Diurus Praktisi Pendidikan 
Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Sindonews)

BANDUNG, iNews.id - Guru honorer mengungkapkan kekecewaannya atas kebijakan dan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, yang dinilai belum berpihak pada guru honorer. Kekecewaan tersebut menyusul rencana rekrutmen 1 juta guru PPPK. 

Menurut Ketua Umum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional), Rizki Safari Rakhmat, banyak guru honorer mengungkap kekecewaannya atas rencana rekrutmen kuota 1 juta guru PPPK pada laman media sosial instagram @ditgen.gtk.kemdikbud. Hal ini mereka ungkapkan karena banyaknya kebijakan menteri Nadiem yang dinilai belum berpihak.

Buktinya, pengangkatan PPPK belum mempertimbangkan masa pengabdian, sertifikasi guru, serta kurang memaksimalkan kuota 1 juta guru PPPK terpenuhi. Apalagi, Nediem menyebut kuota guru PPPK akan diisi berdasarkan mereka yang lolos seleksi. 

"Kami kecewa atas pernyataan yang disampaikan menteri, tidak ada bentuk penghargaan atau upaya pemenuhan keterbutuhan mengangkat sesuai kuota 1 juta Guru PPPK, hanya berpatokan kepada proyek rekrutmen PPPK Guru sebanyak 3 kali kesempatan," kata dia.

Sehingga, pihaknya merasa menteri memang tidak memihak kepada guru honorer yang selama bertahun-tahun mengisi kekosongan Guru PNS, mengabdi, memberikan prestasi di sekolahnya, dan mengikuti proses sertifikasi guru dalam jabatan yang begitu ketat rekrutmennya. Sehingga semua guru dimulai dari nol dan yang lulus tes berarti yang layak jadi PPPK.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2