Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Pengacara Yosef Yakin Polisi Kantongi Wajah Pelaku

Agung Bakti Sarasa · Jumat, 07 Januari 2022 - 16:31:00 WIB
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Pengacara Yosef Yakin Polisi Kantongi Wajah Pelaku
Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Ke Yani Sudarto memperlihatkan sketsa wajah terduga pelaku dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun Polda Jabar. (Foto: iNews.id/Agung Bakti Sarasa) 

BANDUNG, iNews.id - Kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu di Kabupaten Subang memasuki babak baru pasca-Polda Jawa Barat merilis sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan. Sketsa wajah tersebut bahkan diyakini bisa menjadi pembuka tabir yang menyelimuti kasus pembunuhan sadis itu. 

Terlebih, hampir lima bulan sejak korban ditemukan tewas tanpa busana di bagasi mobil Alphard, pembunuh ibu dan anak gadisnya itu tak kunjung terungkap. 

Rohman Hidayat, kuasa hukum Yosef Hidayat, suami sekaligus ayah korban mengatakan bahwa hadirnya sketsa wajah tersebut menjadi pertanda besar bahwa kasus ini bakal segera terungkap. 

"Justru sekarang fokusnya adalah sketsa wajah yang sudah dirilis Polda Jabar, mirip siapa? apakah Pa Yosep atau Pak Yoris tahu tidak, di lingkungan sekolah, keluarga, apakah ada tidak yang mirip dengan sketsa wajah itu, itu fokusnya hari ini," tutur Rohman melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (7/1/2022). 

Dari sketsa wajah yang sudah dirilis Polda Jabar yang memperlihatkan tampak belakang dan kanan terduga pelaku, Rohman bahkan meyakini bahwa polisi sebenarnya sudah mengantongi tampak depan atau wajah pelaku. 

"Saya meyakini, kalau misalnya tampak belakang dan samping sudah ada, bukan tidak mungkin tampak depan sudah ada. Kan namanya juga sketsa wajah, yang namanya sketsa wajah kan tampak depan, kiri, dan kanan," katanya. 

Menurut Rohman, untuk menetapkan tersangka, polisi tak perlu lagi mencari orang-orang di luar saksi yang telah diperiksa. Dia juga meyakini, dari total 69 saksi yang telah diperiksa, pasti ada yang memiliki kemiripan dengan sketsa wajah tersebut. 

"Mungkin polisi tidak perlu mencari jauh-jauh, dari 69 saksi masa sih tidak ada yang mirip, cuma perlu digali saja, sketsa itu kan berdasarkan keterangan saksi. Tinggal digali lagi saja," ujarnya. 

Lebih lanjut Rohman mengatakan, seiring semakin mengerucutnya kasus pembunuhan sadis ini, Yoris Raja Amanullah yang merupakan anak sekaligus kakak kandung korban kini pecah kongsi dengan keponakan korban, Muhammad Ramdanu alias Danu. 

Rohman mengatakan, setelah sempat berseberangan dengan Yosep, Yoris kini justru bergabung dengan Yosep. Menurutnya, bergabungnya Yoris dengan pihaknya bukan tanpa alasan. Alasan yang paling mendasar, kata Rohman, Yoris mencurigai bahwa Danu lah sebagai pembunuh sadis itu. 

"Saat di TKP, anjing pelacak sempat menggigit Danu hingga tiga kali, lalu keterangan Danu banyak berubah-ubah. Bahkan, Danu tidak mau menandatangani BAP dengan alasan keterangan yang disampaikan hanya karangan belaka, itu yang membuat penyidik kesal, Danu itu banyak mengarang cerita," ujarnya. 

"Dari sitilah Yoris memiliki kecurigaan, ada apa dengan Danu? kalau tidak terlibat kenapa berubah ubah? Itu lah yang menjadi pertimbangan Yoris bergabung dengan kita karena dia tidak mau dikelompokan dengan Danu karena tentu apa yang terjadi pada Danu akan berdampak pada Yoris," sambungnya. 

Dengan semakin mengerucutnya kasus pembunuhan ini ditambah hadirnya sketsa wajah yang dirilis Polda Jabar, Rohman menekankan bahwa kasus pembunuhan ini tidak ada kaitannya dengan anggapan rebutan pengelolaan dana BOS yayasan sekolah yang dikelola oleh korban dan Yosep. 

Bahkan, Rohman meyakinkan bahwa dalam proses penyidikan, tidak ada lagi pertanyaan penyidik yang mengarah pada pengelolaan dana BOS tersebut. Selain itu, sejak awal mencuatnya kasus hingga saat ini, anggapan bahwa kasus pembunuhan ini berkaitan dengan pengelolaan dana BOS tidak terbukti. 

"Sama sekali tidak ada kaitannya, itu sempat disebutkan di awal pada saat Yoris dan Danu masih bergabung saat itu. Pada saat itu, Yosep masih sendirian atau berdua dengan Bu Mimin (istri kedua) dan dana itu tidak terbukti sampai saat ini," katanya. 

"Bahkan saat Pak Yosep dan Yoris bergabung saat ini juga tidak terbukti. Justru saat ini mereka sedang berupaya untuk kembali membuka operasional sekolah karena sudah lama berhenti beroperasi, agar bantuan pemerintah juga bisa turun lagi," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Polda Jabar terus berupaya mengungkap tabir sekaligus pelaku pembunuhan Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu di Kabupaten Subang. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: