Isak Tangis BCL dan Noah Iringi Pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang

Mohammad Fachruddin ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 20:23 WIB
Isak Tangis BCL dan Noah Iringi Pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang
Duka menyelimuti keluarga BCL dan keluarga besar saat pemamakan Ashraf Sinclair di Pemakaman San Diego Hills di Kabupaten Karawang, Jabar, Selasa (18/2/2020). (Foto: iNews/Mohammad Fachruddin)

KARAWANG, iNews.id – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman suami Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair di Pemakaman San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat (Jabar), Selasa (18/2/2020). Kerabat serta sejumlah artis Tanah Air ikut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Isak tangis BCL dan sang buah hati Noah Sinclair tak terbendung ketika jenazah almarhum Ashraf Sinclair dimasukkan ke liang lahat. Jenazah dimakamkan di Blok Al Majid L12 A Nomor 1, San Diego Hills, Selasa siang tadi.

Meski berurai air mata, BCL yang mengenakan gamis dan kerudung berwarna putih gading, tampak berusaha tetap tegar. Selama prosesi pemakaman, BCL berkali-kali memeluk putranya Noah, yang juga masih menangis sedih. Keluarga besar BCL dan Ashraf Sinclair pun berpelukan dan saling menguatkan melepaskan kepergian almarhum.

Para artis yang hadir di antaranya Ariel, Afgan, juga tampak memberikan dukungan kepada BCL agar tabah menghadapi kepergian sang suami untuk selama-lamanya. Kedua penyanyi itu bergantian memeluk BCL dan terlihat menyampaikan kata-kata untuk menguatkannya.

Selain dihadiri sejumlah artis Tanah Air, para penggemar BCL dan almarhum terlihat hadir untuk mengiringi pemakaman jenazah.

Ariel Noah, yang dikenal sebagai sahabat BCL dan almarhum, mengenang Ashraf Sinclair sebagai pribadi yang dewasa dan ramah kepada semua orang. Kepada fansnya, almarhum juga dikenal sangat ramah.

“Orangnya sangat dewasa dan ramah. Enggak pernah kita lihat emosinya meledak,” kata Ariel.

Diketahui, Ashraf meninggal dunia di usia 40 tahun, akibat serangan jantung pada Selasa pagi, pukul 04.51 WIB di Rumah Sakit MMC Kuningan Jakarta. 


Editor : Maria Christina