Instruksikan Sekda Kebut Vaksinasi, Ridwan Kamil: Jangan Ada Vaksin Kedaluwarsa
BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengintruksikan seluruh sekretaris daerah (sekda) kabupaten/kota di Jabar untuk mempercepat vaksinasi. Targetnya kekebalan kelompok atau herd immunity dapat tercapai di akhir Desember 2021 mendatang.
Permintaan tersebut disampaikan Ridwan Kamil dalam pelantikan kepengurusan Komisariat Wilayah Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia Provinsi Jabar V periode 2021-2024 secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (16/11/2021).
"Saya titip urusan vaksinasi itu harus sukses di akhir tahun ini. Sekda yang bertugas adalah perpanjangan tangan wali kota/bupati, tolong semangat lagi supaya kita bisa di akhir tahun bisa mengejar target vaksinasi," kata Ridwan Kamil dalam keterangan resminya, Rabu (17/11/2021).
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menekankan, seluruh daerah harus sesegara mungkin menghabiskan stok vaksin yang dimiliki. Selain itu, jangan sampai ada vaksin yang kedaluwarsa.
"Jangan sampai terdengar pulang dari sini ada vaksin yang kedaluwarsa karena kita kurang atensi. Jangan nanti menjadi viral dan mendapat teguran karena tidak memaksimalkan vaksin," katanya lagi.
Jika urusan vaksin sudah selesai, kata Kang Emil, maka tugas selanjutnya adalah membangun kembali Jabar pascapandemi Covid-19. Menurutnya, pembangunan ekonomi sosial dan politik ini harus mengikuti kebiasaan yang baru.
"Kalau vaksin sudah berhasil, maka kita masuk kepada fase membangun Jawa Barat pasca-Covid-19. Kita harus kembali membangun ekonomi, sosial politik tapi dengan cara cara baru," katanya.
Kang Emil pun meminta seluruh sekda se-Jabar bisa beradaptasi. Sebab, saat ini, mereka yang tidak mampu beradaptasi akan tergerus zaman.
"Siapa yang mampu beradaptasi umurnya akan panjang, baik umur secara biologis maupun umur secara karir. Kalau sekdanya mampu beradaptasi, mampu tantangan, daerahnya maju," ujarnya.
"Saya menyaksikan daerah-daerah yang terakselerasi karena sekdanya mampu menerjemahkan visi-visi politis ke dalam administrasi, rencana-rencana, dari visi misi para pimpinan. Oleh karena itu, kunci pertama adalah sekda harus siap terdepan, yang pertama menunjukan proses adaptasi," sambung Kang Emil.
Kang Emil juga menyebutkan bahwa ada dua disrupsi yang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Pertama, tantangan revolusi industri 4.0 atau digital di mana akan banyak pekerjaan yang hilang karena tergantikan oleh mesin atau robot.
"Adaptasi pertama adalah terhadap isu 4.0. Semua pekerjaan rutin di daerah masing-masing harus diganti oleh teknologi. Sehingga, mereka-mereka yang memiliki pekerjaan rutin, yang terganti teknologi bisa bapak ibu geser menjadi fungsional untuk mengerjakan program-program yang dibutuhkan," tuturnya.
Kedua, disrupsi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Dalam menghadapi disrupsi ini, dibutuhkan terobosan untuk menyelesaikan berbagai masalah akibat pandemi Covid-19.
"Harus paham dan beradaptasi terhadap Covid. Salah satunya naik akses digital, naiknya tingkat stres, naiknya tingkat orang yang berkesusahan, sehingga dibutuhkan terobosan yang luar biasa," ucapnya.
Editor: Asep Supiandi