Ibu Gugat Anak Kandung di Majalengka, Ingin Hapus Nasab tapi Hak Waris Tak Hilang

Inin nastain ยท Kamis, 22 April 2021 - 15:41:00 WIB
Ibu Gugat Anak Kandung di Majalengka, Ingin Hapus Nasab tapi Hak Waris Tak Hilang
PN Majalengka menangani perkara ibu gugat keabsahan status anaknya. (Foto: iNews.id/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Perkara gugatan keabsahan anak yang dilayangkan Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio terhadap Ika Wartika alias Kwik Gien Nio di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, ternyata tak bertujuan menghilangkan hak waris.  

Ika, yang dalam akta kelahiran disebutkan sebagai anak pasangan suami istri Andi Kurnaedi alias Auw Kim Tjeng dengan penggugat itu dipastikan masih akan mendapat warisan keluarga. 

"Yang mendasar adalah, mempertegas aja bahwa Ika bukan anak. Tapi tetap dapat warisan, sudah disiapkan. Selama ini, karena ada bukti akta kelahiran bahwa dia anak kandung, Ibu Sri nggak mau," kata pengacara penggugat, Asep Rahman, Kamis (22/4/2021).

Terkait alasan mengapa ingin menghapus status sebagai anak, Asep mengaku tidak mengetahui secara pasti. "Kenapa ingin mencoret status akta, saya tidak tahu alasannya," ujar dia.

Sementara, dalam proses mediasi hari ini, penggugat mengajukan beberapa poin perdamaian. Poin-poin tersebut disampaikan secara tertulis.

"Minta tanggapan dari lawan ya, tergugat. Dimediasi kan sudah ngasih penawaran, apa yang diinginkan oleh penggugat. Minggu depan (agenda) jawaban dari tergugat," ucap dia. 

Di bagian lain, pihak tergugat dalam perkara tersebut mengaku masih bingung lantaran dasar gugatan tidak disampaikan.

"Duduk perkaranya kan sudah jelas, ibu menggugat anak. Latar belakangnya apa, sampai sekarang kan belum jelas. Karena dalam dalil-dalil gugatannya itu, apa dasarnya tuh tidak disampaikan. Jadi sebagai pihak tergugat, ya campur aduk. Sampai sekarang tuh apa sih sebenarnya duduk persoalannya," kata kuasa hukum tergugar, Cahyadi.

Dia mengaku, kliennya kebingungan terutama soal pengakuan penggugat yang siap membagi harta warisan mendiang suaminya, yang juga disebut di akta kelahiran sebagai ayah dari tergugat.

"Pihak tergugat masih terpukul. Masih nangis lah. Jadi bingung. Kok ibu jadi begini. Kalau di forum mediasi ingin bagi harta warisan, tapi ingin mencoret akta lahir, membatalkan (status anak)," ujar dia.

Lebih jauh Cahyadi mengatakan, kliennya yakni Ika Wartika alias Gien Nio mendapat jatah warisan berupa rumah di Bandung. Sementara pihak penggugat, Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio mendapat jatah rumah di Majalengka, yang kabarnya akan segera dijual.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: