Heboh Fenomena Crosshijaber di Bandung, MUI Jabar Minta DKM Waspada

Billy Maulana Finkran ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:26 WIB
Heboh Fenomena Crosshijaber di Bandung, MUI Jabar Minta DKM Waspada
Fenomena komunitas crosshijaber viral di Kota Bandung, Jabar. (Foto: iNews.id/Billy Maulana Finkran)

BANDUNG, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk mewaspadai penyusupan laki-laki menggunakan pakaian hijab atau crosshijaber yang belakangan ini viral dan marak di Kota Bandung.

Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Akhyar mengatakan, dalam ajaran agama Islam, seorang lelaki mengenakan pakaian perempuan begitu pun sebaliknya sudah jelas dilarang agama.

“Jadi ada fenomena seperti ini patut dipertanyakan. Karena itu, MUI mengimbau masyarakat terutama DKM-DKM untuk mewaspadi terjadinya penyusupan laki-laki yang memakai hijab itu,” katanya, Selasa (15/10/2019).

BACA JUGA: Viral Fenomena Crosshijaber Resahkan Perempuan di Bandung

Rafani juga meminta DKM untuk bersikap tegas jika menemukan crosshijaber di sekitar masjid. “Kalau melihat ada lelaki pakai hijab d masjid ditangkap atau melaporkan ke polisi,” katanya.

Meski demikian, kata dia, sampai saat ini belum ada laporan terkait keberadaan para lelaki berperilaku menyimpang tersebut di dalam masjid. “Tapi fenomena itu sudah marak di Kota Bandung dan beberapa wilayah lain di Jawa Barat,” ujarnya.

Rafani mengaku tidak mengetahui maksud dan motivasi omunitas crosshijaber mengenakan pakaian gamis dan berbaur bersama para perempuan di dalam masjid.

Dia khawatir para pelaku crosshijaber ini memiliki motif terselubung di balik penggunaan hijab. “Saya khawatir nanti motifnya untuk kriminal atau kejahatan yang lebih luas ataupun untuk kepentingan seks. Jadi apa pun motifnya itu terlarang,” katanya.

Diketahui, fenomena pria menggunakan busana syar’i atau crosshijaber belakangan ini mulai memperlihatkan diri di Kota Bandung, Jawa Barat. Aksi mereka diketahui dari beberapa unggahan foto yang viral di media sosial.

BACA JUGA: MUI Jabar Imbau Ormas Tidak Razia Warung Makan Buka di Siang Hari

Foto tersebut diambil tepat di barisan atau shaf perempuan dan diunggah di laman media sosial seperti Twitter dan Instagram.

Kondisi tersebut tentu membuat resah warga Kota Kembang terutama kaum hawa. Sebab, para lelaki yang gemar mengenakan pakaian perempuan ini kerap berkeliaran di sejumlah masjid.

Fenomena yang baru pertama kali terjadi ini dilakukan para pelaku yang tergabung dalam komunitas crosshijaber. Tanpa alasan jelas, mereka masuk ke tempat-tempat kajian keislaman yang berlangsung di Kota Bandung.

Tidak hanya mem-posting aksinya di tengah perempuan, para pria ini tidak segan menggunakan fotonya lengkap dirinya dengan busana muslim syar’i di akun grup media sosial.


Editor : Kastolani Marzuki