Viral Fenomena Crosshijaber Resahkan Perempuan di Bandung

Billy Maulana Finkran ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 15:45 WIB
Viral Fenomena Crosshijaber Resahkan Perempuan di Bandung
Dua mahasiswi di Bandung melihat foto-foto komunita crosshijaber yang viral di media sosial. (Foto: iNews.id/Billy Maulana Finkran)

BANDUNG, iNews.id - Fenomena pria menggunakan busana syar’i atau crosshijaber belakangan ini mulai memperlihatkan diri di Kota Bandung, Jawa Barat. Aksi mereka diketahui dari beberapa unggahan foto yang viral di media sosial.

Foto tersebut diambil tepat di barisan atau shaf perempuan dan diunggah di laman media sosial seperti Twitter dan Instagram.

Kondisi tersebut tentu membuat resah warga Kota Kembang terutama kaum hawa. Sebab, para lelaki yang gemar mengenakan pakaian perempuan ini kerap berkeliaran di sejumlah masjid.

Fenomena yang baru pertama kali terjadi ini dilakukan para pelaku yang tergabung dalam komunitas crosshijaber. Tanpa alasan jelas, mereka masuk ke tempat-tempat kajian keislaman yang berlangsung di Kota Bandung.

BACA JUGA: Foto Syur Oknum PNS Jabar, Pelaku Beradegan Mesum di Dalam Mobil

Tidak hanya mem-posting aksinya di tengah perempuan, para pria ini tidak segan menggunakan fotonya lengkap dirinya dengan busana muslim syar’i di akun grup media sosial.

Aksi para pria ini membuat kaum perempuan takut karena wilayah privasi tempat mereka di masjid disusupi para pelaku crooshijaber.

“Mengganggu ya, mereka mainnya di masjid. Di Bandung juga ada, pakaiannya juga sama dan mirip banget dengan perempuan jadi tidak bisa dibedakan mana cowok mana cewek. Saya lihat dari Twitter,” kata Nabila, mahasiswi perguruan tinggi di Bandung, Selasa (15/10/2019).

Mahasiswi lainnya, Intan mengaku risih dengan fenomena crosshijabers karena tidak bisa dibedakan mana perempuan dan leaki-laki. “Menganggu banget, apalagi kadang mereka peluk-pelukan,” ucapnya.

Terkait fenomena itu, mereka meminta ada keamanan serta petugas khusus yang bisa melindungi kaum hawa saat beribadah.

Crosshijabers merupakan para pria yang terobsesi menjadi perempuan, namun tidak sekadar mengenakan pakaian dan berdandan layaknya perempuan.

Mereka memilih mengenakan hijab panjang serta gamis syar’i dan berbaur bersama kaum hawa di tempat mereka berkumpul seperti di masjid-masjid saat berlangsungnya kajian keislaman.


Editor : Kastolani Marzuki