Gunung Kerenceng Sumedang Jadi Favorit saat PPKM, Banyak Dijajal Pendaki Pemula

Beben HVA ยท Senin, 16 Agustus 2021 - 10:48:00 WIB
Gunung Kerenceng Sumedang Jadi Favorit saat PPKM, Banyak Dijajal Pendaki Pemula
Pendaki sedang berusaha menuruni Gunung Kerenceng Sumedang setelah bermalam dan menikmati matahari terbit di puncak. (iNwesTv/Beben HVA)

SUMEDANG, iNews.id - Popularitas Gunung Kerenceng mulai meroket di kalangan para pendaki gunung di Jawa Barat selama penerapan PPKM. Gunung yang berada di Kampung Jambu Air, Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang ini menjadi lokasi favorit di saat pendakian di pegunungan lain ditutup.  

Bahkan, selama PPKM diterapkan di sejumlah daerah, Gunung Kerenceng banyak diburu para pendaki. Wajar apabila aktivitas pendakian di gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Sumedang dengan Cicalengka, Kabupaten Bandung, ini semakin ramai. Hampir setiap hari ada saja pendaki yang menjajal trekking menuju puncak dengan ketinggan 1.754 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini.

"Kawasan ini tidak pernah sepi, meski di saat PPKM pendaki harus menerapkan prokes ketat," ujar pengelola Gunung Kerenceng, Rif'at.

Lokasi Gunung Kerenceng mudah dijangkau dan tidak terlalu jauh dari Kota Bandung dan Sumedang. Selain itu, medan yang ditempuh tidak terlalu berat, meski menanjak tapi tidak terlalu terjal. Sangat cocok bagi pendaki pemula yang ingin berlatih hiking sebelum mendaki gunung dengan trekking ekstrem. Alangkah lebih baik mereka menggembleng diri di Gunung Kerenceng.

Titik awal pendakian berada di pos Kampung Jambu Air dan setiap pendaki wajib mengisi form data yang sudah disediakan petugas. Bahkan, di pos ini pun petugas menyiapkan penyewaan sejumlah peralatan pendakian, seperti tenda, lampu hingga sepatu gunung. Jadi tidak usah khawatir kekurangan perlengkapan, tinggal sewa selesai urusan.

Dari mulai pos itu, pendaki sudah disuguhkan jalan kampung menanjak yang sudah dibeton. Setelah melewati jalan beton, baru petualangan dimulai dengan jalan tanah setapak yang sisi kiri dan kanan ditumbuhi alang-alang tebal serta pepohonan besar. Jalur yang harus dilalui cukup menanjak, tapi masih terbilang landai. Namun ketika akan sampai puncak, jalan agak sedikit berbahaya karena licin dan tidak rata. Salah melangkah bisa terjerembab ke dalam jurang, perlu kehati-hatian ekstra.

Para pendaki biasanya mulai trekking sore hari agar bisa bermalam di salah satu dari dua shelter yang ada. Karena biasanya mereka sengaja memilih waktu pendakian menjelang sore agar bisa sampai di puncak di waktu Subuh. Ada momentum yang ingin mereka nikmati, yakni matahari terbit (sun rise).

Seperti halnya Ahmad, pendaki asal Cimanggung Sumedang yang mengaku baru pertama kali mendaki Gunung Kerenceng. Dia mengaku, perjalanannya tidak terlalu lama, dengan perjalanan santai atau waktu 15 menit sudah sampai di pos dua dan dilanjutkan perjalanan sekitar 20 menit sudah sampai di Puncak Kerenceng.

"Saya gagal mendapat sun rise karena tertutup kabut. Tapi tidak masalah, pemandangan di sini luar biasa indah. Anginnya juga besar dan seolah-olah sedang berenang di lautan awan," kata Ahmad.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: