Gubernur Ridwan Kamil Sebut 100 Orang Reaktif Pascarapid Test Acak Libur Panjang

Agung Bakti Sarasa ยท Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:43:00 WIB
Gubernur Ridwan Kamil Sebut 100 Orang Reaktif Pascarapid Test Acak Libur Panjang
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto/Humas Pemprov Jabar

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, 100 orang dinyatakan reaktif pascarapid test yang digelar secara acak di sejumlah titik di Provinsi Jabar.

Seperti diketahui, rapid test acak digelar Pemprov Jabar selama libur panjang kali ini untuk menekan potensi penularan Covid-19 seiring meningkatnya pergerakan orang.

"Intinya antisipasi lonjakan kasus (Covid-19). Makanya kami ada rapid test acak dan swab test. Ada 100 orang reaktif (saat rapid test), langsung dilakukan swab test, tapi hasilnya (swab test) belum keluar," kata Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (30/10/2020).

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar itu mengemukakan, langkah antisipasi yang dilakukan pihaknya nya itu digelar di 54 titik di 14 kabupaten/kota di Jabar yang kerap dikunjungi wisatawan saat libur panjang.

Selain pengetesan secara acak, pihaknya juga terus memaksimalkan pembatasan kapasitas objek wisata. Menurutnya, pembatasan penting dilakukan karena kerumunan berpotensi besar menjadi media penularan Covid-19.

"Pembatasan di destinasi wisata terus dilakukan. Jangan dipaksa penuh 100 persen karena kalau ada kerumunan terlalu padat, ada potensi bahaya (penularan Covid-19)," ujar Ridwan Kamil.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil menuturkan, tidak melarang siapapun berkunjung ke Jabar untuk berwisata pada libur panjang kali ini, asalkan disiplin menerapkan protokol 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

"Bukan larangan, kalau bisa kurangi bepergian. Kalau bepergian disiplin 3M. Pokonya, mau apa aja hidup ini sekarang (harus disiplin) 3M," tutur Kang Emil.

Kang Emil mengatakan, pihaknya bersama TNI dan Polri serta Satpol PP terus berjaga semaksimal mungkin untuk memastikan protokol 3M tersebut dilaksanakan masyarakat yang berlibur ke tempat wisata.

Selain itu, kata Kang Emil, petugas keamanan mesti memastikan pengelola destinasi wisata berkomitmen menjalankan protokol kesehatan, seperti membatasi jumlah pengunjung.

"Intinya, masyarakat boleh berwisata, asalkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M tadi secara ketat dan disiplin," kata Kang Emil.


Editor : Agus Warsudi