Gegara Pandemi, Kasus Stunting di Cimahi Naik Jadi 3.520 Balita

Adi Haryanto · Senin, 22 Maret 2021 - 19:18:00 WIB
Gegara Pandemi, Kasus Stunting di Cimahi Naik Jadi 3.520 Balita
MNC Peduli menggelar pemeriksaan gizi anak di Desa Pantai Baik, Muara Gembong, Bekasi. (Foto: MNC Peduli)

CIMAHI, iNews.id - Kasus stunting di Kota Cimahi pada 2020 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi itu disebabkan munculnya pandemi Covid-19 yang berkepanjangan sepanjang tahun lalu. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, balita yang mengalami stunting sepanjang tahun 2020 ada 3.520 orang atau 10,89 persen dari total 32.327 orang.

Angka tersebut naik dibandingkan dengan tahun 2019 yang hanya 9,07 persen. Kasus ini terjadi dimana anak mengalami kondisi fisik yang lebih pendek dari balita lain yang seumur dengannya.

"Jika dibanding tahun 2019, angka stunting tahun 2020 naik. Mungkin salah satu faktornya, muncul pandemi Covid-19," ucap Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Indah Gilang Indira, Senin (22/3/2021).

Selama pandemi Covid-19 proses validasi balita stunting oleh petugas Puskesmas tidak optimal. Itu disebabkan kunjungan ke rumah dibatasi, sehingga pemantauan dan asistensi ke orang tua menjadi terkendala. 

Kabid Bina Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan, Kota Cimahi, Dikke Suseno Isako mengatakan, stunting disebabkan karena asupan gizi yang tidak maksimal, anemia pada ibu, hingga memiliki komorbid seperti TBC. Kondisi saat mengandung nantinya akan berpengaruh pada anak saat dilahirkan.

Agar anak tidak terlahir stunting, pencegahan harus dilakukan sejak ibu mengandung. Dari mulai asupan gizi yang baik dan minimal memeriksakan minimal empat kali ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya selama masa kehamilan.

"Selama mengandung bayi harus diberi asupan gizi yang baik. Termasuk diperiksa secara berkalan ke dokter, sehingga kondisinya dalam kandungan terpantau," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: