Fase Kritis Covid-19, Tahun Ajaran Baru Sekolah di Cimahi Kemungkinan Agustus

Adi Haryanto · Selasa, 15 Juni 2021 - 14:52:00 WIB
Fase Kritis Covid-19, Tahun Ajaran Baru Sekolah di Cimahi Kemungkinan Agustus
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat meninjau pelaksanaan simulasi PTM di SDN Cimahi Mandiri 2 sebagai persiapan dimulainya tahun ajaran baru, Senin (24/5/2021). (Foto: Dok.Humas)

CIMAHI, iNews.id - Pemkot Cimahi akan melihat perkembangan kasus Covid-19 dalam tiga sampai empat pekan ke depan. Hal tersebut akan menjadi acuan bagi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), apakah sesuai jadwal atau ditunda hingga Agustus 2021. 

"Sampai sekarang kami belum memutuskan apakah melaksanakan PTM untuk tahun ajaran baru 19 Juli nanti. Itu dilihat dulu kasus Covid-19 selama tiga sampai empat pekan ke depan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi Harjono, Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, jika melihat kondisi saat ini dimana ada muncul kasus positif di kalangan guru dan siswa, kemungkinan PTM jenjang TK, SD, dan SMP akan ditunda selama satu bulan. Pertimbangannya karena perkembangan kasus positif Covid-19 sedang dalam fase kritis.

Namun keputusan tersebut belum final dan akan melihat kemunculan kasusnya, mengingat segala sesuatu masih bisa terjadi. Mengacu pada data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, kasus positif di Kota Cimahi saat ini naik hingga 250 persen setelah libur Lebaran. 

"Jadi ada kemungkinan PTM tidak dilaksanakan 19 Juli sebagai hari pertama tahun ajaran baru 2021-2022. Tetapi ditunda sampai bulan agustus atau selama sebulan," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk kasus di kalangan siswa dan guru, hingga saat ini jumlah siswa SD yang terpapar ada 23 dan siswa SMP ada enam. Untuk guru TK yang positif ada 2, guru SD 18, dan guru SMP ada empat yang terkonfirmasi positif. Sementara secara keseluruhan jumlah kasus di Cimahi saat ini mencapai 6.350 kasus.

Namun dirinya meyakini jika, mereka yang terpapar baik guru maupun siswa bukan dari pelaksanaan simulasi PTM yang sempat digelar pada tahap I dan II. Sebab ada 5 SD dan 5 SMP yang tidak menjalani simulasi PTM tapi ada tiga SD yang siswanya dinyatakan positif Covid-19.

"Hasil tracing mereka ternyata terpapar dari klaster lingkungan keluarganya. Itu yang membuat akhirnya kita menghentikan simulasi PTM," ujarnya. 

Editor : Asep Supiandi