Dramatis Detik-Detik Evakuasi Korban Bus Pariwisata dari Dasar Jurang Rajapolah Tasikmalaya

Asep Juhariyono ยท Sabtu, 25 Juni 2022 - 12:57:00 WIB
Dramatis Detik-Detik Evakuasi Korban Bus Pariwisata dari Dasar Jurang Rajapolah Tasikmalaya
Proses evakuasi korban bus pariwisata masuk jurang di Jalan Raya Bandung-Rajapolah dramatis. (FOTO: iNews/ASEP JUHARIYONO)

TASIKMALAYA, iNews.id - Sebuah video amatir berisi rekaman detik-detik proses evakuasi penumpang bus pariwisata PO City Trans Utama (CTU) yang masuk jurang di Jalan Raya Bandung-Rajapolah, Kampung Cireundeu, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022) dini hari. Relawan, warga, dan petugas berjibaku mengevakasi para korban dari dasar jurang sedalam 20 meter tersebut.

Dalam video terlihat, suasana di dasar jurang gelap gulita. Relawan, petugas, dan warga hanya mengandalkan penerangan senter serta lampung mobil yang diarahkan ke jurang. Mereka mengevakuasi para korban satu per satu menggunakan peralatan seadanya.

Proses evakuasi cukup lama, karena tak ada peralatan khusus dan memadai. Relawan, warga, dan petugas berjibaku menolong hanya menggunakan tangga pendek dan tali tambang. Kondisi korban syok dan lemas sehingga harus dibantu untuk sampai ke atas. Apalagi banyak yang terluka. 

Setelah berjibaku selama hampir satu jam lebih, semua korban berhasil dievakuasi. Korban dibawa ke Puskesmas Rajapolah, Jamanis, dan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya

Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 27 korban luka ringan dirawat di Puskesmas Rajapolah. Kemudian, 20 korban luka ringan di Puskesmas Jamanis. Sebanyak enam korban luka berat dirujuk ke RSUD dr Seokardjo Kota Tasikmalaya. 

Sedangkan jumlah korban tewas empat orang. Semula korban tewas di lokasi kejadian tiga, tetapi bertambah satu setelah satu korban luka berat tiba di RSUD dr Soekardjo.

Beberapa korban terdengar menangis. Tampak seorang remaja menangis histeris sambil menelepon ibunya yang tidak ikut dalam rombongan SDN Sayang, Jatinangor, Sumedang itu. "Mama, aku kecelakaan," kata korban sambil menangis histeris.

Diketahui, sopir bus pariwisata PO CTU nopol B 7701 TGA itu Dedi Kurnia Ilahi saat ini dalam pemeriksaan intensif petugas Satlantas Polres Tasikmalaya Kota. Kepada petugas, sopir bus Dedi Kurnia Ilahi mengaku mengantuk saat mengemudikan kendaraannya sehingga menabrak pohon besar di kiri jalan lalu masuk jurang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Lokasi kejadian tepatnya di Jalan Raya Jamanis, Kampung Cireundeu RT 05/02, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah. 

Dugaan sementara, ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, kecelakaan terjadi akibat human error atau kesalahan manusia. Diduga pengemudi bus, Dedi Kurnia Ilahi, mengantuk sehingga kendaraan yang membawa puluhan penumpang itu hilang kendali. 

"Sedangkan bus pariwisatiwa PO CTU bernomor polisi B 7701 TGA itu laik jalan. Lokasi jalan lurus, menurun, dan beraspal basah. Saat itu, cuaca mendung dan arus lalu lintas sedang. Di lokasi kejadian tidak terdapat PJU (penerangan jalan umum) dan agak jauh dari pemukiman penduduk," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Kabid Humas Polda Jabar menuturkan, bus pariwisata PO CTU nopol B 7701 TGA yang dikemudikan sdr Dedi Kurnia Ilahi membawa 59 penumpang terdiri atas guru SDN Sayang dan keluarganya. Mereka hendak berwisata ke Pangandaran. 

"Bus berangkat dari Jatinangor membawa 59 penumpang menuju Pangandaran. Sesampainya di tempat kejadian, pengakuan sementara pengemudi dalam keadaan mengantuk sehingga kendaraan tersebut hilang kendali mengarah kekiri. Kemudian terperosok ke dalam tebing sedalam kurang lebih sepuluh meter," tutur Kabid Humas.

Sementara itu, Berdasarkan kesaksian korban, sebelum kecelakaan terjadi, laju kendaraan sangat kencang. "Saya kebangun jam 00.30 WIB. Saya lihat, (sopir) bawa mobilnya (bus) bener-bener kencang. Saya sedikit tidur. Pas mau tidur lagi, terasa banget jatuhnya (bus ke jurang). Badan kerasa ada air sampai setengah badan karena posisi saya ada dibelakang. terus cari keluarga yang yang bisa diselamatkan. keluar lewat kaca yang bolong dibantu warga," kata Erika Pratiwi, guru SDN Sayang.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: