Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Jabar Tawarkan 27 Proyek Senilai Rp32 Triliun ke Investor

Agung Bakti Sarasa ยท Rabu, 11 November 2020 - 22:41:00 WIB
Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Jabar Tawarkan 27 Proyek Senilai Rp32 Triliun ke Investor
Foto/Ilustrasi

BANDUNG, iNews.id - Pemprov Jawa Barat menawarkan 27 proyek senilai Rp32,1 triliun kepada para investor. Upaya mengundang investor ini sebagai salah satu upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Ke-27 proyek tersebut akan ditawarkan kepada para calon investor di ajang West Java Invenstment Summit (WIJS) yang akan digelar selama 4 hari, mulai 16-19 November 2020.

Ratusan calon investor dalam dan luar negeri pun diklaim tertarik untuk melakukan pembahasan lebih lanjut. Di antaranya, perusahaan dari Jepang, Amerika Serikat, Prancis, Singapura, Malaysia, dan Finlandia.

"Data per hari kemarin sore (Selasa 10/11/2020) itu sudah ada 696 perusahaan yang siap mendengarkan market sounding dan melakukan one on one meeting dengan project owner masing-masing," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara Nengsih di Bandung, Rabu (11/11/2020).

WJIS, ujar Noneng, merupakan ajang promosi investasi tahunan di Jabar. WIJS pun menjadi salah satu indikator realisasi investasi di Jabar. Diketahui,
meski didera pandemi, Jabar sukses menempati posisi pertama nasional dalam realisasi investasi mencapai Rp86,3 triliun hingga triwulan III tahun ini.

"Ini salah satu program kami dalam melakukan promosi investasi. Pada masa pandemi Covid-19, segala sesuatunya sulit, anggaran juga demikian, tetapi lewat kolaborasi dengan Bank Indonesia, akhirnya kami masih bisa menyelenggarakan WJIS ini," ujar dia.

Adapun 27 proyek investasi unggulan tersebut, di antaranya Subang Smartpolitan, Ciater Agro Tourism, Karawang New Industry, Pasar Kreatif, Pondok Seni Pangandaran, hingga TPPAS Cirebon Raya.

Sementara itu, perwakilan PT Surya Cipta Swadaya Grace mengatakan, kawasan Subang Smartpolitan memliki luas 2.700 hektare. Namun, untuk fase pertama, yang ditawarkan hanya seluas 400 hektare.

Peletakan batu pertama proyek ini akan dilakukan pada 18 November 2020 mendatang. "Kami tidak fokus pada industri karena di Subang Smartpolitan ini akan ada kawasan pendidikan, FO (factory outlet), dan sebagainya. Kami berharap, bakal banyak investor tertarik menanamkan modalnya di proyek ini," ujar Grace.

Editor : Agus Warsudi