Disiplin Prokes di Pasar Tradisional dan Pemulihan Ekonomi Bangsa

Agus Warsudi · Rabu, 22 September 2021 - 23:57:00 WIB
Disiplin Prokes di Pasar Tradisional dan Pemulihan Ekonomi Bangsa
Maskot konsumen berdaya si Enda yang diusung Dirjen Perlindungan Kosumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag menyosialisasikan prokes kepada pengunjung pasar. (Foto: Istimewa)

Didit Maihatir Marpilana

(Pranata Humas Kemendag)

UNTUK dapat memulihkan ekonomi bangsa, penting bagi seluruh masyarakat sebagai konsumen cerdas untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19. Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya dapat mengingatkan, tetapi juga membuat masyarakat disiplin menerapkan prokes.

Karena itu, pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) berusaha membentuk pergeseran pola konsumsi, produksi, transaksi, dan distribusi sebagai kekuatan baru untuk memulihkan ekonomi.

Pemulihan ekonomi pada masa darurat kesehatan, sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah. Demi terwujudnya iklim perdagangan yang baik, dibutuhkan pelaku usaha yang bertanggung jawab, serta konsumen cerdas yang teliti dan memahami hak dan kewajibannya.

Pemerintah selaku regulator harus menjamin dan memastikan kesinambungan perekonomian melalui berbagai kebijakan yang melindungi aktivitas perdagangan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini.

Editor : Agus Warsudi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: