Disdagin Depok Belum Temukan Penjualan Daging Sapi Dicampur Daging Babi

Antara ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 14:03 WIB
Disdagin Depok Belum Temukan Penjualan Daging Sapi Dicampur Daging Babi
Pedagang daging. (Foto Koran Sindo).

DEPOK, iNews.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Jawa Barat, terus melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional untuk mengantisipasi adanya penjualan daging sapi dicampur daging babi. Namun hingga kini belum ditemukan penjualan daging oplosan tersebut.

"Untuk antisipasi kami instruksikan kepada Kepala UPT Pasar untuk cek setiap hari apakah ada penjualan daging oplosan," kata Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi Hasan, Jumat (15/5/2020).

Berdasarkan pemantauan sementara belum ditemukan daging sapi yang dioplos dengan daging babi. Sebab daging yang dijual di beberapa pasar tradisional didatangkan langsung dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

"Hasil pemantauan sementara belum ditemukan daging yang dioplos di pasar tradisional yang berada di bawah naungan kami," ujarnya.

Dia mengatakan tidak semua pasar tradisional menjual daging babi. Meski ada beberapa pasar yang menjual daging babi, namun lokasi penjualannya tidak disatukan dengan daging sapi.

"Salah satunya UPT Pasar Cisalak yang menjual daging babi, sehingga pasar-pasar lainnya mengambil daging tersebut dari sana setiap hari. Tetapi lokasinya terpisah," ucapnya.

Seperti diketahui, kasus daging babi yang mirip daging sapi beredar di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Polisi menangkap empat tersangka yang berperan penjual dan pengepul daging babi.

Keempat orang tersangka yaitu Paino, Tuyadi, Andri, dan Asep menjual 63 ton daging babi ke pasar tradisional di Kecamatan Banjaran, Baleedah, dan Majalaya, Kabupaten Bandung.


Editor : Faieq Hidayat