Dipecat KPK Gegara Gagal Tes Wawasan Kebangsaan, Si Raja OTT Sibuk Urus Pesantren

Ariedwi Satrio · Selasa, 12 Oktober 2021 - 17:35:00 WIB
Dipecat KPK Gegara Gagal Tes Wawasan Kebangsaan, Si Raja OTT Sibuk Urus Pesantren
Harun Al-Rasyid, mantan penyelidik utama KPK kini sibuk mengurus santri di pesantrennya di daerah Tanah Sareal, Bogor. (Foto: iNews.id/Ariedwi Satrio)

JAKARTA, iNews.id - Pernah dijuluki Raja Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat berdinas di Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Harun Al-Rasyid kini sibuk mengurus santri di pesantrennya di daerah Tanah Sareal, Bogor. Mantan penyelidik utama pada lembaga antirasuah itu merupakan satu dari 57 pegawai KPK yang dipecat gegara gagal tes wawasan kebangsaan.

Kondisi Harun atau akrab disapa Cak Harun ini diceritakan mantan penyelidik KPK lainnya, Aulia Postiera, melalui akun Twitter pribadinya @paijodirajo. Aulia Postiera juga merupakan satu dari 57 pegawai KPK yang dipecat karena dianggap tidak memenuhi syarat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Harun Al Rasyid nama lengkapnya. Mantan Penyelidik Utama KPK (Kasatgas). Seorang Doktor Hukum dan salah seorang pegawai KPK angkatan pertama," demikian cuitan Aulia Postiera yang dikutip pada Selasa (12/10/2021).

"Sementara ini mengisi hari-harinya dengan mengelola pesantren dan barang dagangannya untuk didistribusikan dan dijual ke warung-warung," ujarnya.

Aulia menceritakan, Cak Harun lahir dan besar di lingkungan Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) daerah Madura. Karenanya, Cak Harun memilih mendirikan sebuah pesantren yang beralamat lengkap di Perum Bukit Kayumanis Blok O Nomor 2, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

"Harun, biasa dipanggil 'Cak Harun' atau 'Ustad Harun' lahir dan besar di lingkungan pesantren NU di Madura. Hal itu pulalah yang mendorong Harun mendirikan pesantren dari menyisihkan penghasilannya, sekaligus mengajar mengaji untuk anak-anak di sekitar rumahnya di kawasan Bogor," katanya.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: