Desain Istana IKN Baru, Filosofi Ini yang Diwariskan dari Simbolisasi Garuda

Adi Haryanto ยท Rabu, 02 Juni 2021 - 15:21:00 WIB
Desain Istana IKN Baru, Filosofi Ini yang Diwariskan dari Simbolisasi Garuda
Konsep desain Istana Garuda Ibu Kota Negara baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hasil karya originalitas serta intuisi dari seniman Nyoman Nuarta. (Foto: MPI/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Sejak dinobatkan sebagai pemenang sayembara desain istana Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, seniman Nyoman Nuarta langsung berupaya merampungkan basic design istana tersebut. Istana Garuda yang merupakan buah karya originalitas dari pemikirannya.

Desain itu merupakan bangunan menyerupai Burung Garuda yang sedang mengepakkan sayap sejauh 170 meter dan berdiri di atas ketinggian 88 meter di atas permukaan laut (dpl). Selain sebagai perwujudan karya seni, istana ini juga berfungsi sebagai tempat presiden sehari-hari berkantor serta menjalankan roda pemerintahan. 

Nyoman mengatakan, Istana Garuda akan menjadi istana kepresidenan yang benar-benar dibangun oleh anak bangsa berdasarkan pemikiran dan perenungan tentang kekhasan Indonesia. Sebab istana kepresidenan saat ini merupakan warisan dari era kolonialisme, berupa bekas gedung Gubernur Jenderal Belanda dan rumah pribadi pengusaha Belanda. 

“Istana Garuda akan menjadi era baru bagi bangsa Indonesia yang akan memiliki gedung istana kepresidenan, yang dibangun sendiri untuk kepala negara,” kata Nyoman Nuarta saat ditemui di kawasan NuArt Sculpture Park Setra, Setra Duta, Bandung Barat, Selasa (1/6/2021).

Mengenai simbolisasi Burung Garuda, Nyoman beralasan, Garuda sudah menjadi milik bangsa Indonesia ketika Garuda Pancasila ditetapkan sebagai lambang negara. Pada pita Garuda Pancasila jelas tertera kalimat penting berbunyi, ”Bhinneka Tunggal Ika”, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Sejak itulah Burung Garuda identik dengan bangsa Indonesia. 

"Garuda sudah menjadi alat pemersatu bangsa dari beragam etnis, agama, budaya, suku, dan, kepercayaan. Inilah yang menjadi inspirasi Istana Garuda yang ke depan bakal menjadi simbol dari rumah rakyat,” tutur seniman kelahiran Tabanan, Bali ini. 

Seniman yang sudah berkiprah selama 50 tahun ini, memandang intuisinya sebagai seniman yang mengarahkan untuk membuat desain yang terinspirasi dari Burung Garuda. Itu sebagai simbol nasional yang bisa mewakili semua suku bangsa, dan keluar dari frame pemikiran bahwa istana itu harus bangunan seperti peninggalan Belanda. 

"Ini simbol desain yang mempersatukan bangsa yang berbeda agama, suku, bahasa, dan terdiri dari 17.000 lebih pulau, yang bisa menjadi kebanggaan dan jati diri bangsa. Keberadaan Istana Garuda juga akan memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata seperti keberadaan GWK di Bali," katanya.

Editor : Asep Supiandi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: