Dedi Mulyadi Nangis saat Melepas Sapi-Sapi di Kandang untuk Kurban

Agus Warsudi · Senin, 11 Juli 2022 - 07:57:00 WIB
Dedi Mulyadi Nangis saat Melepas Sapi-Sapi di Kandang untuk Kurban
Kang Dedi menangis, meratapi sapi kesayangan yang akan dikurbankan. (FOTO: ISTIMEWA)

SUBANG, iNews.id - Dedi Mulyadi menangis saat menengok sapi-sapi di kandang untuk yang terakhir kali, Sabtu (9/7/2022). Sebab mulai hari itu, sapi-sapi yang dipelihara dan dirawat dengan sepenuh itu tersebut akan didistribusikan untuk kurban ke berbagai daerah untuk dikurbankan saat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

Kang Dedi menuju kandang di belakang rumahnya Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, untuk melihat suasana terakhir sebelum nantinya sapi-sapi tersebut dikurbankan. Bagi Kang Dedi sapi-sapi tersebut keluarga. Hewan ternak tersebut telah memberikan banyak manfaat.

“Ini hobi saya mengurus sapi. Bukan hanya dagingnya yang jadi harapan, tetapi kotorannya juga dibikin pupuk organik untuk sawah sekitar sini. Nanti daun padinya untuk makan sapi lagi. Ini yang disebut dengan ekosistem ekonomi,” ujar Kang Dedi.

Dia pun mencurahkan perasaannya yang tak menentu karena sapi-sapi tersebut telah dikurbankan. “Ada kesedihan saya terakhir kali bertemu sapi-sapi ini . Mereka harus pergi meninggalkan kandang menuju tempat-tempat orang melaksanakan ibadah kurban. Sedih juga karena kalau sesuatu pakai hati pasti ada ikatan batin, ikatan moral yang dibangun dengan mereka,” tuturnya.

“Semoga mereka menjadi ladang ibadah, ladang kebaikan, ladang kemanusiaan dan ladang keadilan,” ucap Wakil Komisi IV Ketua DPR RI yang juga mantan Bupati Purwakarta dua periode itu.

Kang Dedi memberi makanan kepada sapi-sapi itu untuk terakhir kali. Dia meracik sendiri makanan dalam satu ember yang kemudian dibawakan satu per satu kepada sapi. Bagi Kang Dedi, sebelum berpisah para sapi harus disenangkan hatinya dan dibahagiakan. Di pun berharap kelak saat dipotong sapi-sapi tersebut tidak akan merasakan sakit.

“Kalau di Indonesia itu kadang masih terasa sakit, kadang masih ada yang ngamuk saat dipotong. Sekarang tidak boleh lagi lah ada kejadian seperti itu. Makanya harus tenang damai,” ujar Kang Dedi.

Bahkan, Kang Dedi meneteskan air mata saat dia menghampiri satu sapi putih bertubuh besar kesayangannya. Baginya, sapi yang paling tinggi dan besar tersebut paling baik di antara yang lain. Kang Dedi pun tertunduk meratapi sapi itu. 

Dengan posisi kepala saling beradu, sapi dan Dedi sama-sama meneteskan air mata. “Sedih juga. Setiap hari diliatin, dirawat dengan hati, sekarang mau dilepasin. Ini paling baik di antara yang lain. Orang kalau pakai hati jangankan manusia, sama hewan saja kita sayang,” tuturnya.

Meski demikian Kang Dedi tetap ikhlas dan merelakan sapi-sapinya itu keluar dari kandang untuk dikurbankan. Sebab baginya sapi-sapi tersebut adalah makhluk mulia yang harus dimuliakan.

“Mereka sedang menghadapi hari-hari terakhir dalam hidupnya. Mereka kategori makhluk-makhluk mulia karena digunakan untuk kegiatan spiritual yang memiliki nilai sosial namanya ibadah kurban. Kita kurbankan mereka untuk membahagiakan sesama,” pungkas Kang Dedi Mulyadi.

Sementara itu, dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 2022 tahun ini Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Tajug Gede Cilodong Purwakarta membagikan 7-10.000 paket daging kurban kepada masyarakat di Jawa Barat.

Ketua DKM Tajug Gede Cilodong Dedi Mulyadi mengatakan, paket daging tersebut berasal dari lima ekor sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) terdekat pada tahun ini.

“Selanjutnya semua daging kita bungkus dengan daun jati dan pipiti sebagai wadahnya. Jadi paket daging kurban yang kita bagikan tidak dibungkus plastik, ya,” kata Kang Dedi.

Paket daging kurban, ujar Kang Dedi, disebar di Purwakarta, Karawang, Subang hingga Indramayu. Sasarannya adalah wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Pembagian daging kurban tersebut sudah dimulai sejak Sabtu 9 Juli dan berakhir pada Minggu 10 Juli 2022. 

Hal tersebut sengaja dilakukan agar sebagian bisa langsung menikmati hidangan daging pada saat hari raya. “Kami bagikan dalam dua tahap. Tahap pertama agar masyarakat bisa langsung makan daging setelah shalat Idul Adha,” ujarnya.

Editor : Agus Warsudi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: