Cegat Pemudik Lebaran, Pemprov Jabar Siapkan 338 Titik Penyekatan

Arif Budianto · Kamis, 08 April 2021 - 15:28:00 WIB
Cegat Pemudik Lebaran, Pemprov Jabar Siapkan 338 Titik Penyekatan
Ilustrasi penyekatan. (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id - Instansi lintas sektoral di Provinsi Jawa Barat menyiapkan 338 titik penyekatan untuk menghalau pemudik Lebaran pada Mei 2021 mendatang. Titik tersebut akan dijaga oleh petugas gabungan dari dinas perhubungan, kepolisian, TNI dan Satpol PP.

Menurut Kabid Perhubungan Transportasi Darat Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Iskandar, sebanyak 338 titik penyekatan tersebut di antaranya tersebar di Kabupaten Bogor sebanyak 13 titik dan di Sukabumi sebanyak lima titik.

"Jadi posko titik penyekatan ini memang memerlukan sumber daya manusia yang lumayan banyak, jadi SDM-nya, bukan hanya dari dishub juga ada dari unsur lainnya," kata dia pada diskusi tentang Larangan Mudik yang dilaksanakan oleh Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) di Kota Bandung, Kamis (8/4/2021).

Pada realisasinya, pihaknya akan melibatkan dishub tingkat kabupaten kota serta ada penambahan anggaran yang akan diusulkan ke Pemprov Jabar. Hal itu untuk merespons adanya larangan mudik. Sementara, anggaran yang ada untuk recovery ekonomi. 

Lebih lanjut, dia mengatakan, Dishub Jabar juga mengantisipasi pemudik dini Lebaran tahun 2021 di wilayah Jawa Barat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat adalah memaksimalkan sosialiasi tentang larangan mudik Lebaran 2021 sebelum kebijakan tersebut ditetapkan.

"Jadi memang pelarangan mudik itu dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 sehingga sebelum itu ditetapkan kami sudah turun ke lapangan menyosialiasikan tentang larangan  mudik. Jadi kekuatannya disosialiasi ini untuk pencegahan pemudik dini ini," kata Iskandar.

Larangan mudik Lebaran 2021 ini, kata dia, bukan saja hanya untuk angkutan umum namun juga untuk kendaraan pribadi. Sehingga, masyarakat bisa mematuhi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait larangan mudik Lebaran 2021 karena hal tersebut untuk mengendalikan kasus virus corona di Indonesia. 

Editor : Asep Supiandi