Berseragam Dinas, Honorer Dishub Kota Tasikmalaya Edarkan Sabu

Asep Juhariyono ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 22:40 WIB
Berseragam Dinas, Honorer Dishub Kota Tasikmalaya Edarkan Sabu
Pegawai honorer Dishub Kota Tasikmalaya Ditangkap polisi karena mengedarkan sabu. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Pria berinisial RR (34), oknum pegawai honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya ditangkap polisi saat mengedarkan narkoba jenis sabu, Senin (22/6/2020). Ironisnya, pelaku mengedarkan sabu menggunakan pakaian dinas di Jalan Stasiun. Saat ditangkap, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 25 paket kecil sabu seberat 15,6 gram.

Kasat Narkoba Polresta Tasikmalaya, AKP Yaser Arafat mengatakan, tersangka merupakan petugas penarik retribusi di Terminal Pancasila, Kota Tasikmalaya.

“Tersangka ditangkap saat akan menempelkan atau menyimpan paket sabu di suatu tempat sepi yang telah disepakati oleh pembelinya dengan melalui komunikasi lewat telepon,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Dalam menjalankan bisnis haramnya, pelaku yang bertugas di Terminal Bus Pancasila, Kota Tasikmalaya selalu menggenakan pakaian seragam dinas agar tidak dicurigai oleh polisi.

"Pelaku selama ini berprofesi sebagai oknum pegawai honorer Dishub Kota Tasikmalaya. Dalam melakukan aksinya, pelaku kerap memakai seragam dinas sebagai upaya kamuflase supaya tak dicurigai,” katanya.

Saat ditangkap, tersangka memakai motor dan masih berseragam dinas dengan membawa sebuah kantong selempang warna hitam di daerah yang sepi di pinggir Jalan Stasiun Kota Tasikmalaya.

Dari dalam tas selempang yang dibawa tersangka ditemukan 25 paket sabu siap edar dengan barang bukti lainnya termasuk timbangan digital berukuran kecil.

"Kita amankan saat tersangka sedang menempelkan sabu di lokasi jalan yang jarang dilalui kendaraan atau sepi," kata  Yaser.

Setelah ditangkap, polisi menggeledah rumah pelaku dan ditemukan ratusan lembar plastik klip kecil untuk membungkus paket sabu dan dua bungkus sedotan untuk bungkus sabu sabu.

Berdasarkan keterangan tersangka, selama ini tersangka mengaku awalnya sebagai pemakai narkoba jenis sabu-sabu sejak tahun 2017. Tersangka mengaku sudah satu tahun menjadi pengedar sabu.

"Dari keterangan pelaku, sabu itu diperoleh dari salah seorang napi di Lapas Bandung,” ujarnya.

Akibat perbuatannya kini tersangka harus mendekam di sel Mapolresta Tasikmalaya. Tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 2 juncto 114 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

"Kita berhasil menyelamatkan generasi penerus bangsa sebanyak 125 anak muda dari jerat Narkoba, dengan asumsi 1 paket sabu kecil kita bisa menggagalkan 5 orang anak muda," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki