Berpeluang Jadi Zona Merah, Sterilisasi Semua Kawasan di Cimahi Diintensifkan

Adi Haryanto ยท Jumat, 18 Juni 2021 - 15:15:00 WIB
Berpeluang Jadi Zona Merah, Sterilisasi Semua Kawasan di Cimahi Diintensifkan
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana . (Foto: Adi Haryanto)

CIMAHI, iNews.id - Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana menginstruksikan sterilisasi diintensifkan di semua kawasan dengan menyemprotkan cairan disinfektan. Instruksi ini berkaitan dengan kasus Covid-19 di Kota Cimahi ada tren peningkatan meski masih zona oranye dengan rasio 2,1. 

Dengan demikian, lonjakan kasus Covid-19 di Cimahi, potensial terjadi perubahan zonasi dari oranye ke merah.

"Sterilisasi kawasan harus kembali digencarkan. Semua harus melakukannya, tiga kecamatan dan 15 kelurahan akan intens disemprot disinfektan," ucapnya, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, protokol kesehatan harus benar-benar secara disiplin diterapkan, tidak ada toleransi. Untuk itu tim  Satgas Covid-19 harus tegas ketika ada warga yang melanggar untuk menegur dan mengingatkannya. 

Dia juga meminta agar akses masuk ke setiap kelurahan dan RW yang ada kasus Covid-19 tinggi supaya dijaga oleh tim satgas. Termasuk menggunakan satu pintu keluar masuk sehingga pendatang yang datang dapat terkontrol. 

"Prosedur itu harus dijalankan untuk meminimalisasi penyebaran. Sekarang tidak bisa main-main karena bukan hanya di Cimahi, hampir semua wilayah di Jawa juga kasus Covid-19-nya naik," kata dia. 

Dirinya juga selama ini masih melarang keluarganya yang berada di Jakarta yang ingin datang ke Kota Cimahi untuk bersilaturahmi. Hal itu semata-mata untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

"Saya pribadi kalau ada tamu dari Jakarta, saya tolak jangan dulu. Semoga sikap saya seperti ini  diterapkan oleh seluruh masyarakat," tuturnya. 

Sementara itu, perkembangan kasus harian Covid-19 di Kota Cimahi sendiri masih cukup tinggi. Jumlah total kasunya mencapai 6.735 orang atau kasus aktifnya melonjak menjadi 751 dari sebelumnya. Angka kesembuhan 5.838 orang dan meninggal 146 orang. 

Editor : Asep Supiandi