Begini Skenario Persiapan Sekolah Tatap Muka di Kota Bandung

Arif Budianto · Rabu, 10 Maret 2021 - 10:19:00 WIB
Begini Skenario Persiapan Sekolah Tatap Muka di Kota Bandung
Belajar tatap muka akan segera dilaksanakan di Kota Bandung dengan berbagai persiapan matang. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)

BANDUNG, iNews.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung telah menyiapkan skenario bila pembelajaran tatap muka jadi dilaksanakan pada Juli 2021. Skenario tersebut dibuat untuk tahapan pembelajaran di masa pandemi.

Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto mengaku sudah menyiapkannya sejak Desember 2020 terkait persiapan PTM, dengan menggulirkan daftar periksa kepada seluruh sekolah melalui laman dapodik.

"Semuanya sudah mengisi daftar periksa dan kami sudah mengecek, hampir sebagian banyak sekolah-sekolah di Kota Bandung dalam keadaan siap melaksanakan PTM, tapi tetap menunggu kebijakan Pemerintah," kata dia.

Bambang mengaku, telah menyusun skenario untuk para siswa yang akan memulai PTM, selain dari kesepakatan antara sekolah, Komite Sekolah, orang tua dan siswa.

"Kita siapkan tiga skenario, pertama 10-25 persen maksimal untuk masa uji coba atau masa simulasi berlangsung kurang lebih satu sampai empat minggu," katanya.

Selanjutnya, pada masa transisi, jika sudah dianggap aman dalam dua bulan akan diuji coba maksimal 50 persen siswa boleh ke sekolah, yang lainnya di rumah. "Jadi kita menerapkan metode blended learning, ada campuran antara daring dan PTM," ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, dilakukan adaptasi kebiasaan baru 50-100 persen. Namun pertimbangannya tergantung penyebaran Covid-19 di setiap wilayah di Kota Bandung, dengan konsultasi ke Satgas Covid-19.

Bambang pun menilai idealnya KBM memang harus dilakukan dengan tatap muka karena terjadi interaksi antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa. Siswa pun bisa langsung konsultasi dengan gurunya, atau menyampaikan ide serta gagasan yang kritis.

"Harusnya masa-masa jam 7 sampai jam 12 itu anak belajar mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan, tapi kemudian ketika ruang dan waktu seperti itu tidak ada yang melihat, maka saya katakan terjadi lost cognisi," katanya.

Terkait kesiapan sekolah, Bambang pun mengatakan pihak sekolah bisa memanfaatkan dana BOS untuk mempersiapkan sarana dan prasarana, terutama dalam pengadaan standar protokol kesehatan.

Selain itu, satgas khusus di sekolah juga akan disiapkan seperti satgas pembelajaran, satgas pengamanan, dan protokol kesehatan itu semua sudah disiapkan, hingga pengaturan jadwal masuk dan pulang yang tidak berbarengan.

"Begitu masuk itu akan disosialisasikan ke sekolah, agar tidak terjadi kerumunan, seperti jalur masuk dan keluar, tanda silang di serambi, jaga jarak para siswanya," katanya. 
 

Editor : Asep Supiandi