Bayi Baru Lahir di Tasikmalaya Dibuang di Teras Rumah Warga

Asep Juhariyono ยท Jumat, 13 April 2018 - 19:00 WIB
Bayi Baru Lahir di Tasikmalaya Dibuang di Teras Rumah Warga
Bayi laki-laki yang ditemukan warga di Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, kini berada di Rumah Sakit SMC Tasikmalaya, Jumat, (13/4/2018). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Seorang bayi laki-laki, ditemukan di teras rumah warga di Kecamatan Singaparana, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bayi laki-laki yang diperkirakan berusia lebih dari tujuh hari tersebut, dibuang orang tuanya dilengkapi dengan popok dan pakaian bayi lebih dari dua pasang. Meski belum diketahui siapa pelaku pembuang bayi tersebut, warga sebelumnya melihat dua orang menggunakan motor di sekitar lokasi sebelum bayi tersebut ditemukan.

Detik-detik penemuan bayi diabadikan warga dalam sebuah video amatir. Bayi laki-laki malang itu ditemukan tergeletak di teras rumah warga di Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 11 April 2018, malam.

Saat ditemukan, kondisi bayi dalam keadaan menangis dengan terbungkus kain pernel. Tak jauh dari lokasi, ditemukan perlengkapan bayi yang dibungkus kantong plastik warna hitam. Penemuan bayi ini membuat gempar warga sekitar yang terus berdatangan ke lokasi kejadian.

Dugaan sementara bayi malang yang diperkirakan baru berumur satu minggu, kelahirannya dibantu petugas kesehatan bidan. Selain tali pusarnya sudah sempurna, terdapat alat jepit di perut bayi yang biasa diberikan petugas medis atau bidan.

Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit SMC Tasikmalaya, dr Iman Firmansyah mengatakan, bayi tersebut saat diterima pihaknya dalam keadaan sehat. “Pas kami terima bayi menangis kuat. Alhamdulillah tidak ada luka-luka. Berat badannya 2,7 kilogram dengan panjang 50 sentimeter. Badannya agak kuning. Tapi menyusu dan menangis agak kuat. Alhamdulillah sekarang sudah bagus,” kata Iman saat ditemui di Rumah Sakit SMC Tasikmalaya, Jumat, (13/4/2018).

Iman memperkirakan, bayi tersebut sudah tujuh hari dilahirkan. “Pada saat kami terima tali pusarnya sudah kering ya. Jadi kemungkinan usianya sudah tujuh hari,” ujarnya lagi.

Meski belum diketahui pasti siapa pelakunya, namun ciri-ciri pelaku sudah dikantongi petugas. Berdasarkan keterangan dari saksi mata di lokasi penemuan bayi, pelaku pembuang bayi malang tersebut berjumlah dua orang dengan mengenakan sepeda motor.

“Ada dua orang pakai sepeda motor yang datang malam itu. Saya tidak bisa lihat apa dia laki-laki atau perempuan yang jelas salah satunya tidak pakai helm,” kata Imas, salah seorang warga di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kapolsek Singaparna, Kompol Budiman mengatakan, bayi malang tersebut pertama kali diketahui warga yang mendengar suara tangisannya di lokasi. “Lima menit sebelumnya bayi tersebut tidak ada. Setelah ditemukan langsung diserahkan ke bidan desa. Kata bidannya ini pasti melahirkan di bidan,” ucapnya.

Bayi dengan panjang 50 sentimeter, serta berat 2,7 kilogram ini, kini berada di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya untuk pemulihan fisik. Hingga kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut.


Editor : Himas Puspito Putra