Antisipasi Covid-19, Tes GeNose Disediakan di Terminal Kertawangunan Kuningan

Wisnu Yusep · Selasa, 27 April 2021 - 14:43:00 WIB
Antisipasi Covid-19, Tes GeNose Disediakan di Terminal Kertawangunan Kuningan
Tes GeNose disediakan di Terminal Tipe A Kertawangunan, Kabupaten Kuningan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 antarpenumpang. (Foto: iNews.id/Wisnu Yusep) 

KUNINGAN, iNews.id – Terminal Tipe A Kertawangunan, Kabupaten Kuningan, menyiapkan tes GeNose bagi penumpang bus yang akan melakukan perjalanan ke luar kota. Pasalnya, aktivitas penumpang melalui terminal itu diperkirakan akan meningkat meski Pemerintah melarang mudik Lebaran 2021.

Tes GeNose yang disedikan di Terminal Tipe A ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi setiap calon penumpang. Namun, ketersedian tes GeNose di Terminal Kabupaten Kuningan ini cukup terbatas, hanya tersedia 10.

"Belum banyak, tapi kami menyediakan tes GeNose, hanya 10 bagi setiap calon penumpang," kata Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Kertawangunan Kabupaten Kuningan Ahmad Sardi ketika ditemui MNC Portal Indonesia, Selasa (27/4/2021).

Terminal Tipe A Kertawagunan, kata Ahmad, sejauh ini masih landai dari penumpang, meski arus mudik hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah sudah terlihat di sejumlah daerah.

Bus-bus antar kota antar provinsi (AKAP) tidak terlihat lonjakan penumpang, baik dari Jakarta maupun luar kota lainnya yang tiba di Terminal Kuningan.

"Kalau di sini mah sepi, gak tahu kalau PO Luragung Jaya, karena biasanya mereka sudah langsung ke pool Lurangung," kata dia.

Setiap penumpang bus yang datang dari luar kota seperti Jakarta dan Bekasi, lanjut dia, biasanya turun di masing-masing pool bus, atau turun sebelum masuk ke kawasan terminal.

"Selama ini, kendaraan bus yang baru tiba dari arah Jakarta atau Bekasi dan lainnya, kebanyakan tidak masuk terminal tapi masuk ke pool bus masing-masing. Paling hanya beberapa bus masuk terminal, itupun penumpangnya tidak banyak," ujar dia.

Terkait dengan pemberlakuan larangan mudik, semua armada bus akan berhenti beroperasi, dia mengaku masih menunggu intruksi dari Pemerintah setempat.

"Sejauh ini belum ada peraturan, kita nunggu intruksi dari pemerintah daerah," ujar dia.

Sementara pengurus PO Prima Jasa, Anang mengaku, lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 1442 Hijriah sejauh ini belum terjadi.

"Masih sepi, palingan hanya ada beberapa penumpang saja, masih sedikit, palingan sehari 3-5 orang saja," ujar dia kepada MNC Portal Indonesia.

Terkait dengan kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik, pihaknya mengikuti segala aturan pemerintah. "Pada prinsipnya kita mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah," ucap dia.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: