Anak Punk Wajah Rambo Hati Rinto Nangis Bertemu Dedi Mulyadi di Ciganea Purwakarta
“Saya juga sudah sampai titik jenuh, Pak. Sudah pingin kerja. Saya punya keahlian bengkel, ngelas, nyablon. Pernah mau kerja tapi gak bisa, katanya ada tato di wajah. Demi si buah hati saya mah apa saja mau kerja,” tutur Diki.
Saat ini Diki sendiri telah memiliki tiga orang anak yang masih kecil, berumur, 3, 5, dan 8 tahun.. Sementara Diki telah bercerai dari istri karena saat itu ketahuan bekerja di tempat karaoke.
“(cerai) bukan urusan ekonomi karena alhamdulillah waktu itu Rp200 (Rp200.000) sehari mah dapat. Tapi waktu itu istri pulang pagi dan ngaku kerja di karaoke. Dari situ saya minta cerai karena harga diri. Tahu sendiri kalau pulang pagi kerja di karaoke pasti dipegang-pegang orang lain. Makanya saya setiap hari harus pulang bawa uang demi anak,” kata Diki.
“Keren. Di balik penampilan Diki yang luar biasa (seram) ternyata ada sesuatu luar biasa yang diperjuangkan untuk anak,” ucap Kang Dedi.
Setelah berbincang cukup lama, Kang Dedi Mulyadi mengajak keenam anak punk tersebut untuk makan di Sambal Hejo Ciganea. Mereka tampak bahagia karena baru pertama kali diajak makan di rumah makan.
Editor: Agus Warsudi