Anak-Anak yang Nonton Adegan Seks Pasutri di Tasikmalaya Cabuli Balita 3 Tahun

Asep Juhariyono ยท Rabu, 19 Juni 2019 - 11:57 WIB
Anak-Anak yang Nonton Adegan Seks Pasutri di Tasikmalaya Cabuli Balita 3 Tahun
Pasangan suami istri (berjaket biru) di Tasikmalaya yang mempertontonkan hubungan intim mereka secara berbayar kepada anak-anak saat menjalani pemeriksaan penyidik. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Perkembangan penyelidikan kasus pornoaksi pasangan suami istri (pasutri) di Tasikmalaya yang mempertontonkan adegan seks secara berbayar kepada anak-anak di bawah umur menemukan fakta baru yang mencengangkan. Para anak-anak ini terpengaruh hingga nekat mempraktekkannya dengan mencabuli seorang balita tiga tahun.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota Dadang Sudiantoro membenarkan adanya dugaan pencabulan tersebut. Kendati demikian, hal ini masih dalam pengembangan penyidik.

“Jadi kami mendapat Informasi masyarakat setempat, setelah anak-anak menonton kegiatan terlapor (pasutri), sudah ada dari mereka yang diduga mencabuli anak balita berusia 3 tahun. Namun keterangan ini masih kami dalami,” ujar Dadang, Rabu (19/6/2019).

Fakta ini juga dikuatkan dengan pernyataan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto. Dia mengatakan, efek kepada anak-anak yang menonton, mereka melakukan tindakan asusila kepada balita berusia tiga atau empat tahun.

“Proses hukumnya saat ini sudah berjalan di Polres Tasikmalaya. Namun kami akan berkonsentrasi pada pendampingan anak,” katanya.

Dia mengungkapkan, pengakuan anak-anak tersebut, mereka telah menyaksikan secara langsung hubungan intim pasutri lebih dari satu kali. Ada yang membayar Rp5.000, beberapa dengan mi instan, kopi ataupun rokok.

“Dugaan kami lebih dari satu kali. Ini sesuai pengakuan anak-anak kepada kami,” ucapnya.

Diketahui, peristiwa pornoaksi ini mengemparkan warga Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasutri yang masih berusia muda dan bekerja serabutan ini menyediakan tontonan langsung hubungan intim mereka ke sejumlah anak-anak di bawah umur secara berbayar. Anak-anak tersebut menyaksikannya melalui jendela kamar rumah pelaku.


Editor : Donald Karouw