5.624 Anak di Jabar Yatim dan Piatu karena Orang Tua Meninggal akibat Covid

Inin nastain · Sabtu, 04 September 2021 - 16:03:00 WIB
5.624 Anak di Jabar Yatim dan Piatu karena Orang Tua Meninggal akibat Covid
Anak yatim dan piatu di Kabupaten Majalengka mendapatkan paket sembako dan uang tunai dari DP3AKB Jabar. (Foto: ININ NASTAIN)

MAJALENGKA, iNews.id - Sebanyak 5.624 anak di Provinsi Jawa Barat menjadi yatim dan piatu karena orang tua mereka meninggal akibat positif terpapar Covid 19. Untuk masa depan mereka, dibutuhkan intervensi pemerintah, baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengatakan, sebagian dari mereka bahkan ada yang berstatus sebagai yatim-piatu, lantaran kedua orang tuanya meninggal. Kota Bekasi diketahui sebagai daerah dengan jumlah anak yatim korban Covid paling banyak di Jabar.

“Anak yang ditinggal orang tuanya itu 5.624 orang, tapi datanya ini terus bergerak atau bersifat sementara. Ada yang meninggal ibunya, ada yang meninggal bapaknya, ada juga keduanya. Sampai saat ini yang paling banyak itu kota Bekasi, hampir 911 anak,” kata Kepala DP3AKB Jabar saat pemberian santunan kepada anak yatim korban Covid di Aula Kecamatan Majalengka, Sabtu (4//2021).

Sebagai bentuk kepedulian, ujar Kim Agung, sapaan akrab Kepala DP3AKB Jabar, pemerintah dan Pemprov Jabar mencoba menggalang dana lewat sejumlah program. Mapai Lembur dan ASN Jabar Peduli adalah dua program yang dalam pelaksanaannya menyalurkan santunan, termasuk di dalamnya untuk para anak yatim itu.

“Semua dinas di provinsi dibagi menjadi LO di masing-masing kabupaten/kota, kebetulan kami, DP3AKB di Majalengka. Kebetulan juga kami ada program Mapai Lembur, ASN Jabar peduli. Jadi kami dari ASN mengumpulkan, ya sekadarnya bisa dibagikan kepada masyarakat. Ini semuanya bergerak ke seluruh Jawa Barat,” ujar Kim Agung.

Editor : Agus Warsudi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: