"Iya, kalau hujan deras saya yakin air dan lumpur yang berasal dari lokasi tambang itu pasti akan memasuki area penduduk. Karena lokasi tambang itu berada di atas permukiman warga," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Cagar Budaya Nasional Pojok Gunung Kekenceng (Kota Hiroshima-2) Sukabumi, Tedi Ginanjar menjelaskan, lokasi Gunung Manglayang yang rencananya akan dilakukan eksploitasi oleh perusahaan tambang itu berada di wilayah Desa Selawangi Kecamatan Sukaraja, Desa Cipurut dan Desa Tegalpanjang Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi.
"Warga menuai protes dan menolak rencana pembongkaran itu, karena kawasan Gunung Manglayang tersebut berada di alur patahan aktif Sesar Cimandiri yang saat ini sedang dalam pengawasan intensif oleh BMKG dan Badan Geologi. Iya, karena akhir-akhir ini sering terjadi gempa bumi yang cukup besar di sekitaran alur sesar tersebut," ujar Tedi kepada wartawan.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait