Gempa bumi dangkal menerjang Kabupaten Tasikmalaya. Getaran dirasakan hingga Kabupaten Pangandaran. (Foto: Istimewa)
Arif Budianto

BANDUNG, iNews.id - BMKG menyebutkan penyebab gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dengan kekuatan M4,4 akibat adanya aktivitas Subduksi lempeng Indo-Australia menunjam menelusup ke bawah Lempeng Eurasia, Selasa (14/9/2021). Getaran dari gempa bumi ini pun dirasakan hingga Kabupaten Pangandaran.

Gempa bumi tektonik ini disebutkan BMKG, episenternya terletak pada koordinat 8.11 LS dan 107.89 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 58 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya pada kedalaman 16 kilometer.  

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Dampak gempa bumi digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat. Gempa bumi ini dirasakan  di wilayah Pamarican, Pangandaran dengan Skala Intensitas III MMI. Di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Kemudian di Cikelet Pameungpek, Parungpoteng Kabupaten Tasikmalaya dirasakan dengan Skala Intensitas II MMI, yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Di Banjar, Cipatujah getaran dirasakan dengan skala Intensitas I - II MMI, yaitu getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. 

"Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucap Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT