Petugas kepolisian mengevakuasi jasad sepasang kekasih yang diduga dibunuh dan bunuh diri di Karawang. (Foto: iNews.id/Nilakusuma)
Asep Supiandi, Nilakusuma

KARAWANG, iNews.id - Kasus kematian sepasang kekasih yang meninggal diduga dibunuh dan bunuh diri di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, sempat menghebohkan warga. Polisi pun masih terus mendalami kasus yang menghebohkan warga tersebut.

Kasus itu pun sempat menimbulkan tanda tanya besar publik mengenai motif dan kronologis kejadian. Berikut lima fakta dalam kasus meninggalnya sepasang kekasih di Karawang.

1. Dibunuh dan bunuh diri

Jasad perempuan yang tergeletak di atas kasur dengan muka tertutup bantal yang diketahui berinisial ER (32) diduga dibunuh pacarnya DU (30). Setelah ER tewas, pacarnya kemudian gantung diri.

2. Korban dibunuh menderita luka Serius

Berdasarkan olah TKP, polisi menemukan kondisi korban ER mengalami luka lebam dan bengkak di bagian mata. Pada saat ditemukan muka korban ditutup kain sprei.          

"Iya benar telah terjadi peristiwa pembunuhan dan bunuh diri di Desa Ciparage Kecamatan Tempuran pada Minggu (12/9/21) malam. Mayat perempuan ditemukan dengan luka bengkak di bagian mata dan memar muka. Sedangkan yang laki-laki tewas gantung diri," kata Kapolsek Tempuran AKP Rigel Suhaksono," Senin (13/9/2021).

3. Keluarga menolak autopsi

Keluarga menolak dilakukan autopsi oleh kepolisian. Padahal autopsi ini bisa membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kronologis kejadian. Saat ini kepolisian berbekal keterangan sejumlah saksi dan barang bukti.  

4. Diduga jalin hubungan gelap

Terungkap fakta, pasangan kekasih ini diduga menjalin hubungan gelap. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, ER diketahui sebagai pekerja migran yang baru pulang dari Taiwan. Sementara DU merupakan pria beristri dan istrinya masih bekerja sebagai buruh migran di Taiwan.   

"Mereka memang memiliki hubungan pacar,"kata Kapolsek.

5. Polisi masih mendalami kasus ini

Polisi langsung menerjunkan tim identifikasi dan mengevaksuasi kedua jasad tersebut ke rumah sakit. Pendalaman kasus pun terus dilakukan meskipun keluarga menolak autopsi.

"Kami masih mendalami kasus ini dan meminta keterangan pihak keluarga sesuai identitas yang kami dapatkan," ujar Kapolsek.   


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT