"Jabar itu sangat luas, menjangkau wilayah tidak bisa semuanya dijangkau mobil, bisa 8 sampai 9 jam. Wajar saja (sewa helikopter) dari sisi kebutuhan," ujarnya.
Bahkan, tutur Kang Emil, Pemprov Jabar kerap kali meminjam helikopter kepada TNI AU, BNPB, dan lainnya. Hal itu tak lepas dari biaya yang harus dikeluarkan.
"Kami mengurangi potensi menggunakan yang namanya heli swasta, memang mahal. Saya pernah difasilitasi polda naik heli polisi, difasilitasi juga oleh TNI, dan sebagainya," tutur Kang Emil.
Gubernur memastikan, dana sewa helikopter Wagub Jabar tersebut masuk dalam daftar refocusing anggaran penanganan pendemi Covid-19. Bahkan, dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp600 juta, 70 persen sudah dialihkan untuk penanganan pandemi.
"Ini juga masuk dalam refocusing. Di angka yang disebutkan sudah terefocusing 70 persen untuk penanganan pandemi, tidak terkecuali, disisir satu-satu," ucap Gubernur.
Editor : Agus Warsudi
helikopter pemprov jabar gubernur jawa barat ridwan kamil gubernur ridwan kamil ridwan kamil uu ruzhanul ulum Wagub Jabar Uu Ruzhanul refocusing anggaran refocusing
Artikel Terkait