Dua penganiaya suporter klub sepak bola di Sukabumi ditangkap. Pelaku menganiaya korban dengan cara dipikul dan diinjak. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Dua pelaku penganiayaan saat kericuhan pertandingan sepak bola Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, ditangkap polisi. Para pelaku termasuk sadis dengan memukul lalu menginjak korban yang sudah terkapar di tengah lapang.

Dalam video viral berdurasi 25 detik tersebut, terlihat korban memakai baju hitam masuk ke tengah lapang untuk memprotes. Tiba-tiba dipukul dari arah samping pria yang memakai baju hitam. Tidak hanya itu, korban yang terkapar di lapangan lalu diinjak kepalanya oleh pria yang memakai kaos merah. 

Kericuhan pun terjadi setelah adanya pemukulan tersebut, pelaku penganiayaan terlihat dikerumuni massa. Selain itu teman-teman pelaku juga ikut menjaganya dari serangan yang lain. Dalam suasana panas nampak warga dan aparat kepolisian melerai kelompok yang bertikai dalam pertandingan sepak bola tersebut. 

Kapolsek Simpenan Polres Sukabumi, AKP Dadi mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan dua pelaku yang terlibat tindak penganiayaan tersebut. Kedua pelaku berinisial R dan RR merupakan pengurus lapangan bola Bojongkopo yang kesal terhadap korban yang melakukan protes masuk ke dalam lapangan pertandingan. 

"Kita amankan yang pertama saudara R warga Kampung Bojongkopo, kemudian yang kedua saudara RR juga warga Bojongkopo. Keduanya berkaitan dengan terjadinya tindak kekerasan yang terjadi di lapangan bola Bojongkopo," ujar Kapolsek Simpenan, AKP Dadi didampingi Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepulrohman, kepada MNC Portal Indonesia, Senin (24/10/2022).


Lebih lanjut Dadi menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat pertandingan sepak bola antara kesebelasan CRV dari Desa Loji melawan kesebelasan Avansa dari Desa Sangrawayang. Pada saat itu kedudukan skor 2-0 untuk keunggulan kesebelasan Avansa di babak terakhir.

"Pertandingan sepak bola tersebut masih berlangsung, akan tetapi salah satu pendukung dari tim Avansa ada yang menyalakan kembang api. Kemudian korban mendatangi official tim Avansa, waktu itu korban dilerai oleh pihak panitia dan aparat keamanan," ujar Dadi.

Tiba-tiba, lanjut Dadi, dari arah belakang ada seseorang yang melakukan pemukulan, kemudian korban terjatuh dan ada satu lagi yang menginjak korban. Saat itu korban pingsan dan panitia langsung mengevakuasi korban ke RSUD Palabuhanratu. 

"Setelah kejadian tersebut kami dari Polsek Simpenan berusaha untuk menghentikan kegiatan pertandingan sepak bola dan meredam masyarakat. Alhamdulillah pada saat itu dari kedua kesebelasan bisa ditenangkan," ujar Dadi.

Setelah kejadian itu, polisi kemudian bergerak mengamankan dua orang tersangka. Dari hasil pemeriksaan motif dari kedua tersangka melakukan kekerasan tersebut adalah spontanitas melihat korban yang saat itu masuk ke lapang dengan nada tinggi. Dengan kata-kata yang kasar telah memancing emosi sehingga dia melakukan penganiayaan. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT