Endah Rosalina, guru SDN 1 Pacet, memeluk anak didiknya, Raffa, sambil menangis saat mengetahui alasan tidak masuk sekolah. (FOTO: tangkapan layar video viral/M ANDI ICHSYAN)
Mochamad Andi Ichsyan

CIANJUR, iNews.id - Video berisi rekaman seorang guru dan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur, menangis bersama sambil berpelukan, viral di media sosial (medsos) TikTok. Siswa SD itu didatangi guru ke rumah lantaran jarang masuk sekolah karena dikira malas, ternyata faktanya justru bikin haru dan terenyuh.

Sang guru bernama Endah Rosalina, yang juga merasakan kesedihan, akhirnya ikut menangis sambil memeluk anak didiknya tersebut. Sampai saat ini, video itu sudah ditonton lebih dari 1,7 juta orang dan mendapatkan 5.000 komentar yang sebagian besar memberikan dukungan kepada siswa SD dan gurunya.

Berdasarkan penelusuran, siswa SD tersebut bernama Raffa Dzaikra Putra, siswa kelas 4 SDN 1 Pacet, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Peristiwa mengharukan tersebut berawal saat guru Endah Rosalina melakukan home visit atau kunjungan ke rumah murid bersama teman-teman sekelasnya. Lantaran, Raffa jarang masuk sekolah dan dikhawatirkan karena ada masalah atau penyebab lain.

Namun saat tiba di rumah dan mendengarkan semua keluhan Raffa, guru dan murid lain justru terharu. Raffa mengaku tidak ada yang membangunkannya pada waktu pagi sebab ibunya telah meninggal dunia karena sakit dua tahun lalu.

Mendengar penuturan Raffa, gurunya merasa tersentuh dan ikut terisak sambil memeluk Raffa, anak didiknya dengan penuh kasih sayang. Endah Rosalina pun memberikan semangat kepada Raffa agar kembali rajin sekolah.

Setelah dilakukan home visit guru dan teman-teman sekelasnya, Raffa kini kembali semangat dan berangkat ke sekolah seperti biasa. Raffa pun lebih ceria dibanding sebelumnya.

Endah Rosmalina, guru SDN 1 Pacet mengatakan, terkejut saat mengetahui video tersebut viral. Padahal dia merekam video tersebut spontan sebagai dokumentasi kegiatan home visit ke rumah anak didik. 

"Tanpa ada niatan ingin memviralkan apalagi menyudutkan pihak mana pun. Atas kejadian tersebut saya meminta maaf khususnya kepada keluarga," kata Endah Rosmalina.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Pacet Oom Wahidah mengatakan, menginstruksikan kepada para guru untuk melakukan home visit jika mendapati anak yang jarang masuk sekolah. Selain bersilaturahmi dengan orang tuanya juga untuk mengetahui penyebab anak didik jarang sekolah.

"Maka, guru kunjungan ke rumah siswa. Kebetulan waktu itu, anak itu di rumah bibinya. Bapaknya serabutan kerjanya, tidak tetap," kata Kepala SDN 1 Pacet.

Oom Wahidah menyatakan, ibu kandung Raffa, meninggal dua tahun lalu akibat kanker payudara. Dari kelas dua, ini anak Raffa sudah bermasalah sebetulnya. Namun, masih bisa diatasi. Kelas 2, kelas 3, nah di kelas 4 baru mungkin muncul viral ada anak seperti ini.

"Raffa sangat kangen dengan sosok ibunya. Itu sangat luar biasa. Rasa rindu yang tidak bisa kita pahami. Kalau tidak sekolah, Raffa ada di rumah, menjaga adiknya yang masih berusia tiga tahun. Sekarang, alhamdulillah, Raffa kembali semangat ke sekolah. Upaya lain, anak-anak, teman sekelasnya diimbau untuk merangkul Raffa agar terus semangat," ujar Oom Wahidah. sambil menangis.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT