Tim SAR gabungan mencari korban nenek Epon yang hilang diduga terseret arus Sungai Cisokan. (FOTO: ISTIMEWA/ANTARA)
Antara

CIANJUR, iNews.id - Nenek Epon (83) warga Desa/Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur hilang saat hendak pulang ke rumah seusai berladang pada Selasa (20/9/2022) sore. Korban nenek Epon diduga terseret arus Sungai Cisokan.

Saat ini, tim search and rescue (SAR) gabungan menggelar operasi pencarian untuk menemukan nenek Epon, Rabu (21/09/2022).

Informasi dihimpun, korban yang sehari-hari sering pergi ke ladang sempat terlihat sedang mencuci kaki di pinggir sungai. Namun selang beberapa saat kemudian, warga tidak lagi melihat tubuh nenek Epon dan diduga terbawa arus cukup deras karena sebelumnya hujan turun cukup deras.

Warga kemudian melapor ke aparat desa dan kecamatan dilanjutkan ke Polsek Ciranjang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur. Keluarga yang lebih dulu datang ke lokasi sempat melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil.

Sekretaris BPBD Cianjur Rudi Wibowo di Cianjur mengatakan petugas yang mendapat laporan langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pencarian dengan cara susur tengah dan pinggir sungai agar tubuh korban segera ditemukan.

"Untuk pencarian koordinasi dilakukan dengan Tim SAR Bandung, Pol Air Polres Cianjur, Retana dan Relawan PMI Cianjur. Saat ini pencarian dilakukan di sejumlah titik dengan radius diperpanjang mulai dari lokasi korban dilaporkan hilang," kata Sekretaris BPBD Cianjur.

Rudi Wibowo menyatakan, tim dibagi menjadi tiga kelompok dengan pola susur sungai menggunakan perahu karet dan berjalan kaki untuk menyusuri pinggir sungai dengan harapan tubuh korban segera ditemukan. Pihaknya menduga nenek berusia 83 tahun ini, tergelincir saat mencuci kaki di pinggir sungai.

"KAmi upayakan pencarian dapat maksimal meski terkendala cuaca terutama menjelang petang curah hujan yang turun masih tinggi dengan intensitas lebih dari dua jam," ujar Rudi Wibowo.

Sementara itu, Relawan PMI Cianjur Deni Rismanda, mengatakan untuk pencarian dibagi menjadi tiga kelompok dengan lokasi berbeda namun pola yang sama susur tengah dan pinggir sungai dengan radius 1 sampai 2 kilometer dari lokasi korban pertama kali dilaporkan hilang karena arus sungai sangat deras.

"Untuk pencarian pertama di lokasi Cisokan dengan cara menyusuri tengah sungai menggunakan perahu karet dan menyusuri pinggiran sungai di dua lokasi lain Blok Nusa 2 dan Blok Calincing. Perkiraan tubuh korban sudah terbawa jauh karena arus sungai sangat deras," kata Deni Rismanda.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT