ilustrasi miras oplosan: (FOTO: Istimewa)
Dila Nashear

BANDUNG, iNews.id - Seorang anak di bawah umur di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, tewas seusai menenggak minuman keras (miras) dioplos metanol. Dalam kasus ini, Polresta Bandung menetapkan satu tersangka yang memberikan miras oplosan kepada korban.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, kasus seorang anak di bawah umur yang tewas karena miras dioplos metanol itu terungkap saat petugas Polresta Bandung melaksanakan operasi Anti-Narkotika (Antik) Lodaya 2022.

"Jadi operasi Antik Lodaya 2022 untuk memberantas narkotika ini digelar sejak 16 sampai 25 November 2022. Didapati ada korban meninggal akibat miras," kata Kapolresta Bandung dalam konferensi pers, Senin (28/11/2022).

Kombes Pol Kusworo Wibowo menyatakan, petugas kemudian mendalami kasus kematian korban dengan melakukan uji lab. Hasilnya, diketahui miras yang konsumsi korban dioplos metanol. 

Berdasarkan fakta ini, petugas Polresta Bandung menetapkan seorang tersangka dan pelaku telah diamankan. "Setelah kami periksa di laboratorium, minuman keras palsu itu mengandung metanol dan membahayakan bagi manusia. Untuk korban meninggal (karena miras tersebut) ada satu, korban masih di bawah umur," ujar Kombes Pol Kusworo Wibowo.

Kapolresta Bandung menuturkan, selain  mengungkap kasus kematian anak di bawah umur gegara menenggak miras oplosan, petugas juga membongkar 14 kasus lain terkait  narkotika dengan total puluhan tersangka.

"Dari 25 tersangka ini sebagian besar driver ojek, buruh, pedagang. Ada juga yang tidak bekerja. Kami juga menyita barang bukti ganja 20,9 gram, sabu 17,87 gram, dan miras oplosan 4 botol," tutur Kapolresta Bandung.

Akibat perbuatannya, kata Kombes Pol Kusworo Wibowo, para tersangka dijerat Pasal 111 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), Pasal 204 Ayat 1 KUHP atau pasal 140 Jo Pasal 142 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dan terancam 20 tahun penjara.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT