Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo meninjau lokasi tebing ambruk yang menewaskan satu pekerja dan menyebabkan satu lainnya kritis. (FOTO: iNews/ERICK FAHRIZAL)
Erick Fahrizal

BANDUNG, iNews.id - Tebing sertinggi 3 meter ambruk menimpa dua pekerja yang tengah membuat galian fondasi bangunan di Kampung Sukalila, Desa Pameuntasan, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Akibat peristiwa ini, satu orang tewas dan satu kritis.

Saat ini, korban kritis bernama Agus, tengah dirawat intensif di RSUD Otto Iskandardinata, Soreang, Kabupaten Bandung. Sedangkan korban meninggal, Didin, telah dimakamkan di Junti, Kabupaten Bandung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (30/8/2022) setelah Kutawaringin dan sekitarnya diguyur hujan deras. Setelah hujan reda, tak lama kemudian warga mendengar suara gemuruh. Warga mendekat ke arah suara itu dan mendapati tebing setinggi 3 meter ambruk.

"Awalnya para pekerja tersebut tengah meratakan tanah di lokasi kejadian. Setelah hujan reda, tiba-tiba, tanah dari tebing setinggi tiga meter runtuh dan menimpa dua pekerja," kata Amay, warga Kampung Sukalila, Rabu (31/8/2022).

Saat kejadian, ujar Amay, terdapat empat pekerja sedang membangun fondasi tempat kos milik H Ade. Tiba-tiba, tanah tebing longsor. Dua pekerja berhasil selamat. Sedangkan dua pekerja lainnya tertimbun. "Satu meninggal di lokasi kejadian. Langsung dibawa ke rumahnya. Satu kritis, dibawa ke rumah sakit," ujar Amay.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, kepolisian masih mendalami peristiwa ini dengan memeriksa saksi-saksi. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban Didin dan Agus sedang melakukan pekerja membuat fondasi tempat kos.

"Saat ini proyek pembuatan fondasi tempat kos tersebut dihentikan sementara. Di lokasi kejadian, petugas memasang garis polisi agar warga tidak mendekat. Pemeriksaan pihak-pihak terkait akan dilakukan setelah semua kondusif," kata Kapolresta Bandung di lokasi kejadian. 


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT