Seorang kakek nyaris tewas tertabrak kereta akibat nekat menerobos pelintasan KA di Cikudapateuh, Kota Bandung. (FOTO: tangkapan layar video viral)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Seorang kakek nyaris nyaris tewas akibat nekat menerobos perlintasan kereta api di Cikudapateuh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Peristiwa itu terekam video dan viral di media sosial (medsos) Instagram.

Dalam video yang beredar terlihat, sejumlah pengendara, baik motor maupun, termasuk si kakek tampak berhenti menunggu kereta melintas di Jalan Ahmad Yani. Seorang petugas penjaga perlintasan meminta pengendara bersabar.

Tak lama kemudian, sebuah kereta berkecepatan tinggi melintas dari arah timur. Tiba-tiba, kakek yang mengendarai sepeda terlihat tak sabar. Dia susah payah mengayuh sepedanya untuk menerobos perlintasan kereta.

Dalam hitungan detik, melaju kereta api dari arah barat ke timur. Beruntung, petugas penjaga perlintasan membantu si kakek menyeberang. Jika terlambat 1 atau 2 detik saja, nyawa si kakek pasti melayang dengan kondisi tentu sangat mengenas. Sebab, kereta yang melintas berkecapatan tinggi.

Peristiwa itu menjadi tontonan para pengendara yang sedang mengantre. Di media sosial pun, unggahan video itu mendapat beragam komentar dari para netizen. Namun sebagian komentar justru mengasihani si kakek.

Netizen dengan akun @erna_virqey menulis komentara, "Jgn ngehujat kasian Dia kira mungkin udh lewat kereta nya , yg nama nya udh tua kan pendengaran kurang penglihatan pun kurang (ikon kecewa)".

@marinapuspaningrum menulis komentara, "Kalo diperhatiin si abah teh sempet nengok ke kanan dan tau ada kereta api mau lewat tapi malah makin didorong dong itu sepedanya abaaaahh.. bukannya berhenti."

"Ya allah untung bapak satpam nya sigap banget," tulis @ininabila.

@anisaaasftr menulis, "Boga (punya) nyawa 9 merennya siga ucing (mungkin ya seperti kucing)."

Selain merasa kasihan, tak sedikit pula netizen yang menyesalkan sikap tak sabaran dan ceroboh si kakek. Mereka meminta perilaku si kakek tidak ditiru karena sangat membahayakan diri.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT